JAKARTA, Swaranusa.co – Pemerintah menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan preventif. Program tersebut ditujukan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Program CKG memungkinkan masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa biaya. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko kesehatan berdasarkan kelompok usia.
Pemerintah mengembangkan CKG dengan pendekatan promotif dan preventif. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat mengetahui faktor risiko maupun gejala penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Pendaftaran layanan dapat dilakukan melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile. Masyarakat kemudian dapat memperoleh layanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah.
Paket pemeriksaan dalam program CKG disusun berdasarkan siklus hidup. Jenis pemeriksaan yang diterima bayi berbeda dengan anak usia sekolah, orang dewasa, maupun lansia.
Pada bayi, pemeriksaan antara lain mencakup pemantauan tumbuh kembang, pemeriksaan mata dan telinga, kesehatan gigi, serta deteksi dini sejumlah penyakit seperti diabetes, talasemia, dan tuberkulosis (TB). Layanan juga mencakup temu wicara sesuai kebutuhan.
Untuk anak usia sekolah, pemeriksaan meliputi pancaindra, status gizi, tekanan darah, kesehatan jiwa, diabetes, TB, serta sejumlah pemeriksaan lain. Skrining juga mencakup kebiasaan merokok, hepatitis B, kesehatan reproduksi, dan riwayat imunisasi dasar.
Pada kelompok remaja SMP dan SMA, cakupan pemeriksaan dapat diperluas, antara lain untuk hepatitis C, talasemia, anemia pada remaja putri, serta riwayat imunisasi HPV.
Sementara itu, orang dewasa memperoleh pemeriksaan yang lebih luas, meliputi status gizi, kebugaran, kesehatan jiwa, tekanan darah, diabetes, fungsi ginjal dan hati, hepatitis B dan C, serta risiko stroke dan penyakit jantung.
Pemeriksaan kesehatan paru, termasuk untuk mendeteksi TB dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), juga masuk dalam cakupan layanan. Selain itu, tersedia skrining sejumlah penyakit kanker, antara lain kanker payudara, leher rahim, paru, dan usus.
Bagi calon pengantin, pemeriksaan dapat mencakup skrining anemia, sifilis, dan HIV sebagai bagian dari upaya mempersiapkan kesehatan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Adapun kelompok lanjut usia mendapatkan pemeriksaan yang disesuaikan dengan kebutuhan geriatri. Pemeriksaan antara lain mencakup status gizi, kebugaran, kesehatan jiwa, hipertensi, diabetes, fungsi ginjal dan hati, hepatitis B dan C, kesehatan paru, fungsi indra, serta skrining kanker.
Program CKG merupakan bagian dari pendekatan kesehatan yang menempatkan deteksi dini sebagai salah satu instrumen penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Selama ini, layanan kesehatan kerap lebih banyak dimanfaatkan ketika seseorang telah mengalami keluhan atau menderita penyakit.
Melalui pemeriksaan berkala, pemerintah berupaya mendorong masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sebelum muncul gangguan yang lebih berat.
Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan tantangan kesehatan Indonesia yang tidak hanya berasal dari penyakit menular, tetapi juga penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.
Karena itu, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya pemeriksaan gratis.
Kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan, kapasitas fasilitas kesehatan, kualitas pemeriksaan, serta tindak lanjut terhadap temuan medis menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.
Pemeriksaan yang menemukan faktor risiko atau indikasi penyakit, misalnya, perlu diikuti dengan konseling, pengobatan, pemeriksaan lanjutan, atau rujukan sesuai kebutuhan pasien.
Untuk memperoleh layanan CKG, masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile. Digitalisasi pendaftaran tersebut ditujukan untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan sekaligus mendukung pencatatan kesehatan secara terintegrasi.
Pemerintah juga perlu memastikan akses layanan tetap dapat dijangkau kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses digital. Dalam pelaksanaannya, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang tidak dapat melakukan pendaftaran secara mandiri.
Dengan cakupan dari bayi hingga lansia, CKG menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam membangun pola pelayanan kesehatan berbasis pencegahan.
Bagi masyarakat, program tersebut bukan sekadar fasilitas pemeriksaan tanpa biaya, melainkan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih dini dan mengambil langkah yang diperlukan sebelum risiko kesehatan berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.





