Pesawat Asian One Alami Insiden di Bandara Bilorai Intan Jaya, Kemenhub Pastikan Semua Selamat

Pesawat Asian One Air rute Timika-Sugapa tergelincir di Bandara Bilorai, Papua Tengah,Sabtu (24/10/2026). Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa pastikan seluruh penumpang selamat. /Kemenhub
Pesawat Asian One Air rute Timika-Sugapa tergelincir di Bandara Bilorai, Papua Tengah,Sabtu (24/10/2026). Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa pastikan seluruh penumpang selamat. /Kemenhub

swaranusa.co, JAKARTA — Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi adanya insiden yang dialami oleh pesawat udara milik PT Asian One Air jenis Cessna 208B dengan nomor registrasi PK-LTF.

Pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandar Udara Bilorai,Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, pada Sabtu (24/10/2026).

Pesawat nahas tersebut diketahui melayani rute penerbangan perintis penumpang dengan rute Timika menuju Sugapa.

Berdasarkan data penerbangan, pesawat bertolak dari Timika pada pukul 07.40 WIT dan tiba di Bandar Udara Sugapa pada pukul 08.38 WIT.

Berdasarkan laporan awal di lapangan, proses pendaratan pesawat pada landas pacu (runway) 09 sejatinya berlangsung secara normal.

Namun, sesaat setelah menyentuh landasan, pesawat tiba-tiba bergerak ke arah kiri hingga keluar dari jalur landas pacu dan akhirnya berhenti di area rerumputan di sisi luar landasan.

Meskipun pesawat mengalami kerusakan pada bagian roda utama akibat insiden tersebut, seluruh orang di dalam pesawat atau Person on Board (POB) yang terdiri dari delapan orang penumpang dan dua orang awak pesawat dipastikan berhasil selamat tanpa cedera berat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan darurat serta pengumpulan data teknis di lokasi kejadian berjalan lancar.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat serta melakukan penanganan awal sesuai prosedur. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan guna mengetahui lebih lanjut kejadian ini,” katanya kepada wartawan.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) langsung berkoordinasi intensif dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke untuk memimpin penanganan di lokasi serta memberikan pendampingan teknis.

Koordinasi melekat dengan pihak manajemen PT Asian One Air juga terus dijalankan guna menghimpun seluruh dokumen data teknis pesawat.

Sementara itu, dampak dari insiden tersebut, pihak pengelola Bandar Udara Bilorai bersama AirNav Indonesia memutuskan untuk mengalihkan sejumlah penerbangan menuju Sugapa dengan skema kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB) ke Timika demi alasan keselamatan navigasi.

Pihak Kementerian Perhubungan memastikan akan terus memantau perkembangan proses penanganan insiden ini secara berkala dan berkoordinasi dengan instansi berwenang.

Informasi lanjutan akan disampaikan secara transparan setelah seluruh fakta dan data investigasi lapangan berhasil dihimpun serta diverifikasi secara utuh.

Share

Berita Terkait