JAKARTA, Swaranusa.co – Keputusan dua raksasa energi global, British Petroleum (bp) dan Inpex Corporation, untuk mengeksplorasi potensi minyak dan gas bumi (migas) di perairan laut dalam Bali menjadi angin segar bagi masa depan ketahanan energi nasional.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM tertanggal 7 September 2026 yang difasilitasi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), bp dan Inpex sepakat untuk membagi hak partisipasi (participating interest/PI) masing-masing sebesar 50% di Wilayah Kerja Minyak dan Gas (WK Migas) Agung I dan Agung II.
Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, menyambut sangat positif langkah strategis ini. Menurutnya, kehadiran bp dan Inpex membawa optimisme baru karena keduanya bukan pemain sembarangan, melainkan tulang punggung produksi gas di Indonesia.
“Dua perusahaan dengan rekam jejak gas terbesar di Indonesia mau menanam uang di wilayah tanpa riwayat produksi migas. Ini menandakan aturan bagi hasil yang lebih longgar sejak 2024 mulai dilirik,” katanya kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).
Sebagai catatan, bp merupakan operator gas terbesar di Tanah Air yang memotori proyek Tangguh LNG di Papua Barat. Sementara itu, Inpex memegang proyek raksasa Abadi di Blok Masela dengan nilai investasi yang mencapai puluhan miliar dolar. Meski eksplorasi ini masih berada di fase awal, komitmen nyata telah ditunjukkan melalui kesepakatan survei seismik 2D dan 3D senilai lebih dari US$42,7 juta.
“Kedatangan bp dan Inpex adalah kabar baik, tetapi masih di tahap paling awal: membeli ‘tiket lotre’ seharga sekitar US$68 juta untuk melihat isi perut laut Bali,” jelasnya.
Di tengah tren penurunan pasokan gas dari lapangan-lapangan tua, langkah eksplorasi ini diharapkan menjadi jangkar strategis bagi masa transisi energi. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya Gubernur Bali yang memfasilitasi kelancaran perizinan serta penerimaan sosial melalui kearifan lokal, diyakini akan mengawal proyek bernilai tinggi ini menuju kesuksesan sekaligus membawa kejayaan baru bagi industri hulu migas nasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa Gubernur Bali, I Wayan Koster, telah memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi di WK Agung I dan WK Agung II. Ia mengaku sangat optimistis kolaborasi antara BP dan Inpex mampu mengoptimalkan potensi migas lepas pantai Bali secara efektif, profesional, dan aman.
“Kami sangat yakin dan optimis dua raksasa Jepang dan Inggris bukan kaleng-kaleng karena sangat berpengalaman menemukan cadangan gas yang sangat besar di Tangguh Papua dan Masela Maluku, mempunyai teknologi terkini, dana yang besar, serta sumber daya manusia yang mumpuni dan sangat profesional,” ungkapnya.





