Kantor Baru Ditjen Perumahan Perkotaan Dukung Program 3 Juta Rumah

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menandatangani prasasti sebagai tanda kantor baru untuk Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan. Kantor baru Ditjen Perumahan Perkotaan diharapkan mempercepat Program 3 Juta Rumah nasional. /PKP
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menandatangani prasasti sebagai tanda kantor baru untuk Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan. Kantor baru Ditjen Perumahan Perkotaan diharapkan mempercepat Program 3 Juta Rumah nasional. /PKP

swaranusa.co, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi memiliki kantor baru untuk Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan yang berlokasi di Gedung Pertamina Trans Kontinental, Jalan Kramat Raya Nomor 29, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Kehadiran kantor tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program perumahan nasional, termasuk Program 3 Juta Rumah.

Peresmian gedung dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas mulai beroperasinya kantor baru tersebut.

Dalam sambutannya, Maruarar menyampaikan harapan agar keberadaan kantor baru dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja jajaran Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor perumahan.

“Dengan mengucap puji Tuhan, saya bersama Bapak Dony Oskaria Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara meresmikan kantor Dirjen Kota. Semoga tambah semangat untuk program 3 juta rumah,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Rabu (10/6/2026).

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan bahwa fasilitas kerja yang lebih representatif harus mampu mendorong peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Bahwa kita dengan adanya fasilitas yang lebih baik, target penyediaan 3 juta rumah untuk masyarakat kita bisa tercapai. Semangat kerjanya karena ini adalah kerja untuk rakyat Indonesia,” jelasnya.

Gedung Pertamina Trans Kontinental yang kini menjadi Kantor Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan berada di Jalan Kramat Raya dan berdekatan dengan Gedung Komisi Yudisial.

Akses transportasi sekitar 900 meter dari Stasiun Senen dan 200 meter dari Halte TransJakarta Pal Putih.

Bangunan perkantoran ini memiliki luas sekitar 4.099 meter persegi yang terdiri atas 4 lantai. Beragam fasilitas disediakan guna mendukung produktivitas pegawai sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pada area lobi tersedia ruang tunggu tamu, meja resepsionis, serta PPID Corner yang berfungsi sebagai pusat layanan informasi bagi masyarakat. Selain itu, area parkir gedung mampu menampung hingga 30 mobil dan 100 sepeda motor.

Kementerian PKP juga tengah menyiapkan ruang laktasi sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan pegawai maupun pengunjung.

Fasilitas lainnya meliputi ruang serbaguna seluas 418 meter persegi yang mampu menampung hingga 250 orang, 10 ruang rapat, serta masjid 2 lantai dengan luas 494 meter persegi.

Dari sisi infrastruktur, gedung ini dilengkapi generator berkapasitas 300 kVA, sistem pendingin ruangan sentral dan split, 2 jalur tangga darurat, pasokan air dari PDAM, serta 1 unit lift untuk menunjang mobilitas antar lantai.

Saat ini, kantor tersebut menjadi tempat bekerja bagi 261 pegawai yang terdiri atas 139 pegawai pria dan 122 pegawai wanita.

Mereka berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan, mulai dari sekretariat hingga direktorat yang menangani sistem dan strategi perumahan, lahan, pembiayaan, pembangunan, serta pengembangan kawasan.

Kementerian PKP berharap keberadaan kantor baru ini dapat memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah guna menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia.

Share

Berita Terkait