BRI Sambut Penempatan Dana SAL Pemerintah, Perkuat Likuiditas dan Pembiayaan Sektor Produktif

Gedung BRI. Penempatan dana SAL diharapkan memperkuat likuiditas BRI dan pembiayaan produktif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. /BRI
Gedung BRI. Penempatan dana SAL diharapkan memperkuat likuiditas BRI dan pembiayaan produktif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. /BRI

swaranusa.co, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat likuiditas perbankan sekaligus menjaga fungsi intermediasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada perseroan melalui penempatan dana SAL.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan industri perbankan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperluas pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.

“Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” katanya kepada wartawan, Senin (19/6/2026).

Hery menjelaskan bahwa apabila penempatan dana tersebut direalisasikan, tambahan likuiditas akan dikelola secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) serta penerapan manajemen risiko yang baik.

Penyaluran pembiayaan akan difokuskan secara selektif kepada sektor-sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan mempertimbangkan kualitas kredit serta kebutuhan pembiayaan yang sehat.

Menurut BRI, tambahan likuiditas tersebut berpotensi memperkuat kapasitas intermediasi perbankan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hingga Maret 2026, total pembiayaan BRI secara bank only tercatat mencapai Rp1.358 triliun, dengan mayoritas penyaluran ditujukan kepada sektor UMKM dan sektor riil.

Ke depan, Perseroan menegaskan akan terus memperkuat pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional.

“Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional,” jelasnya.

Selain memperkuat penyaluran kredit, BRI juga akan terus meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), terutama dana murah atau current account savings account (CASA), melalui penguatan ekosistem digital yang dikembangkan perseroan.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana kembali menempatkan dana SAL senilai Rp400 triliun kepada 5 bank Himbara sebagai bagian dari upaya menjaga likuiditas sistem perbankan di tengah dinamika ekonomi.

Dana tersebut akan dialokasikan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Hery menerangkan bahwa BRI akan terus menjalankan perannya sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” terangnya.

Share

Berita Terkait