swaranusa.co, JAKARTA — Geely Auto Indonesia resmi memulai perakitan lokal untuk model Geely EX2, menjadikannya kendaraan ketiga yang diproduksi secara lokal setelah Starray EM-i dan Geely EX5.
Langkah ini menandai perluasan aktivitas manufaktur Geely di Indonesia setelah rampungnya tahap trial production pada Mei 2025, serta menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat industri otomotif nasional.
Melalui kerja sama strategis dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM), fasilitas produksi Geely memiliki kapasitas hingga 60 unit per hari.
Kolaborasi ini menegaskan keyakinan Geely terhadap potensi Indonesia sebagai salah satu pasar utama di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat ekosistem manufaktur kendaraan di dalam negeri.
CEO Geely Auto Indonesia Wu Chuxing mengatakan bahwa sejak program pre-booking dibuka pada November 2025, Geely EX2 mendapatkan respons yang sangat positif dengan lebih dari 1.000 SPK.
“Dalam waktu dekat kami akan mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia. Melalui strategi lokalisasi dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 46,5%, kami siap menjawab permintaan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas global yang dirakit secara lokal,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Selasa (20/1/2026).
Tidak hanya fokus pada perakitan, Geely juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui kolaborasi dengan produsen lokal. Salah satunya Gotion, dalam penyediaan battery cell untuk Geely EX2.
Kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.
Dari sisi teknologi dan keselamatan, Geely EX2 dibekali baterai dengan teknologi Cell-to-Pack (CTP) yang terintegrasi dengan Geely Battery Safety System serta sistem pendingin cair.
Seluruh proses produksi dan standar keselamatan tetap mengacu pada protokol global Geely guna memastikan kualitas dan keamanan maksimal bagi konsumen.
Pada lini produksi, Geely menerapkan penguatan kapabilitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis intensif, transfer pengetahuan, serta pendampingan langsung dari tim global kepada tenaga kerja lokal.
Konsistensi kualitas perakitan dijaga dengan penerapan Geely Manufacturing Enterprise System (GMES), sementara setiap unit Geely EX2 harus melewati rangkaian pengujian ketat, termasuk validasi kinerja advanced driver assistance system (ADAS) dalam berbagai kondisi berkendara.
Melalui strategi perakitan lokal ini, Geely berkontribusi pada transfer teknologi, peningkatan kompetensi manufaktur nasional, serta pemenuhan TKDN yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri kendaraan listrik.
Geely EX2 sendiri merupakan model terbaru yang akan segera diluncurkan di pasar Indonesia.
Model ini sebelumnya dikenal dengan nama Geely Xingyuan untuk pasar setir kiri (LHD) dan telah mencatat penjualan lebih dari 465.000 unit di Tiongkok sepanjang 2025.
Capaian tersebut menunjukkan daya tarik desain, efisiensi, serta teknologi Geely EX2 yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat urban modern di Indonesia.





