Tenun Modern Kriti by Lusy Tembus Pasar Global Lewat BRI

Pengunjung sedang melihat produk Kriti by Lusy. /BRI
Pengunjung sedang melihat produk Kriti by Lusy. /BRI

JAKARTA — Kekayaan wastra Nusantara seperti batik, songket, lurik, hingga sasirangan menjadi identitas budaya Indonesia yang sarat nilai sejarah. Namun, di tengah gaya hidup modern, kain tradisional kerap dianggap kurang praktis untuk dikenakan sehari-hari.

Tantangan inilah yang melahirkan Kriti by Lusy, sebuah UMKM fashion asal Bogor yang mengusung pendekatan tenun modern.

Didirikan oleh Lusy Rachmat pada 2017, Kriti by Lusy menghadirkan koleksi busana wanita seperti atasan, celana, rok, tunik, hingga vest dengan memadukan kain tenun dan lurik.

Material tersebut dipilih karena memiliki karakter desain yang bersifat timeless, mudah dipadupadankan, dan dapat diterima lintas generasi.

“Tercetus ide Kriti by Lusy karena saat itu sering bertemu dengan teman-teman wanita yang memiliki kain tenun, tetapi tidak tahu bagaimana memanfaatkannya. Dari situ muncul ide untuk mengolah kain tenun menjadi busana yang dipadukan dengan lurik,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Sabtu (3/1/2025).

Dalam proses produksinya, Kriti by Lusy mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas.

Lusy melibatkan penjahit lokal di sekitar tempat tinggalnya serta bekerja langsung dengan pengrajin tenun untuk menjaga kualitas bahan dan detail produk.

Produksi pun dibatasi agar setiap desain tetap eksklusif, dengan kapasitas sekitar 100–200 potong busana per bulan.

Perkembangan usaha Kriti by Lusy semakin signifikan sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2018.

Melalui ekosistem pemberdayaan tersebut, Lusy memperoleh akses pelatihan, pendampingan bisnis, serta dukungan pemasaran melalui program Growpreneur by BRI.

“Bergabung dengan Rumah BUMN BRI sangat membantu saya dalam menata strategi bisnis. Akses pelatihan dan fasilitas pemasaran yang diberikan mempermudah saya mengembangkan usaha,” jelasnya.

Dukungan tersebut mendorong kepercayaan diri Lusy untuk memperluas pasar, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke mancanegara.

Kriti by Lusy telah mengikuti berbagai pameran internasional di Malaysia, Singapura, Thailand, hingga China sebagai bagian dari strategi menjajaki potensi wastra Nusantara di pasar global.

Terbaru, Kriti by Lusy menjadi salah satu UMKM terkurasi BRI yang tampil dalam ajang Wastra Nusantara di SOGO Central Park Jakarta pada November 2025.

Partisipasi ini dinilai membuka peluang lebih luas sekaligus meningkatkan kredibilitas merek di mata konsumen.

“Kami sangat senang bisa terlibat dalam Wastra Nusantara karena membuka peluang besar bagi brand lokal untuk dikenal lebih luas dan meningkatkan kepercayaan pasar,” ucap Lusy.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa Perseroan terus berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan guna mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing.

“BRI secara konsisten mendukung pengembangan industri kreatif melalui berbagai inisiatif kolaboratif. Ke depan, BRI akan terus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” katanya. (PRB)

Share

Berita Terkait