ASDP Kerahkan 26 Kapal Percepat Pemulihan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk

ASDP optimalkan 26 kapal dan atur pola operasi untuk urai antrean kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Keselamatan pelayaran tetap jadi prioritas utama. /ASDP
ASDP optimalkan 26 kapal dan atur pola operasi untuk urai antrean kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Keselamatan pelayaran tetap jadi prioritas utama. /ASDP

JAKARTA, Swaranusa.co – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mempercepat pemulihan layanan penyeberangan rute Ketapang–Gilimanuk melalui optimalisasi armada, peningkatan frekuensi perjalanan kapal, serta pengaturan distribusi kendaraan secara dinamis.

Hingga Senin (28/9) siang, sebanyak 26 kapal dikerahkan untuk mendukung percepatan penguraian antrean kendaraan di kedua sisi pelabuhan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan bahwa seluruh langkah operasional dilakukan secara terkoordinasi bersama regulator, kepolisian, operator kapal, dan pemangku kepentingan terkait dengan tetap menempatkan aspek keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama.

“Seluruh sumber daya yang tersedia terus kami optimalkan untuk mempercepat pemulihan layanan. Pengaturan kapal, dermaga, dan distribusi muatan dilakukan secara dinamis sesuai kapasitas dan karakteristik masing-masing kapal serta kondisi operasional di lapangan. Fokus kami adalah mempercepat penguraian antrean secara aman dan terukur, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” katanya kepada wartawan melalui keterangan pers.

Armada sebanyak 26 kapal tersebut dioperasikan melalui sebaran di berbagai dermaga, yakni 5 kapal di Dermaga I Reguler, 5 kapal di Dermaga MB III Reguler, 4 kapal di Dermaga IV, 8 kapal di Dermaga LCM, 3 kapal perbantuan pada LCM Tanjung Balai di Gilimanuk, serta 1 kapal perbantuan pada MB IV Tanjung Balai.

Selain menambah armada, ASDP bersama pemangku kepentingan mempercepat siklus pelayanan mulai dari proses sandar, bongkar-muat, hingga keberangkatan.

Pola operasi juga dievaluasi secara berkala guna menyesuaikan kondisi antrean, kesiapan dermaga, karakteristik kendaraan, dan kapasitas kapal.

Hingga sekitar pukul 15.00 WIB, kepadatan kendaraan masih terpantau sebagai dampak akumulasi dari gangguan operasional pada periode sebelumnya.

Kondisi ini sempat diwarnai aksi penyampaian aspirasi oleh sejumlah warga dan pengguna jasa yang meminta agar antrean segera diurai setelah kemacetan berlangsung sekitar tiga hari.

ASDP memahami keresahan masyarakat yang terdampak. Di sisi Pelabuhan Ketapang, antrean tercatat mencapai sekitar 17 kilometer dan didominasi oleh kendaraan logistik.

Sementara itu, proses penguraian di sisi Gilimanuk terus digenjot melalui optimalisasi armada dan penyesuaian pola operasi.

Pihak ASDP mencatat, kendaraan logistik yang melintas memiliki dimensi dan muatan yang beragam, bahkan beberapa di antaranya terindikasi melebihi ketentuan dimensi maupun muatan.

Hal ini menuntut pengaturan ekstra ketat sejak area antrean hingga proses pemuatan ke kapal agar kapasitas angkut dapat dimanfaatkan secara optimal.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa antrean yang terjadi merupakan akumulasi dari kendala sebelumnya.

“Antrean yang terbentuk merupakan akumulasi dari kondisi operasional sebelumnya. Kami memahami kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat dan pengguna jasa. Karena itu, seluruh kapal dan fasilitas yang tersedia terus kami optimalkan untuk mempercepat penguraian antrean, dengan tetap memastikan pelayanan berjalan aman dan terkendali,” jelasnya.

ASDP mengimbau para pengguna jasa, khususnya pengemudi kendaraan logistik, untuk senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran proses penyeberangan.

Seluruh sumber daya dipastikan akan terus dikerahkan hingga konektivitas antara Jawa dan Bali kembali normal sepenuhnya.

Share

Berita Terkait