Anis Byarwati Soroti Pendidikan Perempuan Kunci Generasi Berkualitas di Hari Kartini

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati. Pendidikan perempuan dinilai krusial mencetak generasi berkualitas dan mendorong kemajuan bangsa berkelanjutan. /PKS
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati. Pendidikan perempuan dinilai krusial mencetak generasi berkualitas dan mendorong kemajuan bangsa berkelanjutan. /PKS

swaranusa.co, JAKARTA — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Anis Byarwati menegaskan pentingnya pendidikan perempuan sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas generasi bangsa.

Hal tersebut disampaikan dalam sesi PKS Legislative Report menjelang rapat paripurna DPR yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Kartini di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Oleh karena itu, Anis mengajak masyarakat untuk tidak sekadar memperingati Hari Kartini secara seremonial, melainkan memahami esensi perjuangan R.A. Kartini yang menempatkan pendidikan perempuan sebagai isu utama.

Dia menilai, akses pendidikan yang merata bagi perempuan akan berdampak langsung terhadap kualitas generasi masa depan.

“Perempuan terdidik itu akan bisa melahirkan generasi yang terdidik. Jadi pendidikan adalah kunci dari kemajuan sebuah bangsa,” katanya dikutip melalui keterangan pers.

Anis juga menekankan peran negara dalam menjamin akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi perempuan sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.

Perempuan, tambah Anis, memiliki peran strategis, khususnya sebagai ibu, dalam proses pendidikan anak sejak usia dini.

Menurutnya, kualitas pendidikan perempuan akan menentukan arah pembentukan karakter dan kapasitas generasi mendatang.

“Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dengan mengupayakan ibu yang baik, kita akan menjadikan bangsa kita menjadi bangsa yang terbaik dan juga berakhlak mulia,” jelasnya.

Anis juga mendorong pemerintah untuk memastikan kebijakan pendidikan yang berpihak pada perempuan, termasuk pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kemajuan bangsa secara keseluruhan.

Momentum Hari Kartini, lanjut Anis, seharusnya menjadi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan perempuan, bukan sekadar seremoni tahunan tanpa tindak lanjut nyata.

Share

Berita Terkait