Metrodata (MTDL) Raih Pendapatan Rp27,2 Triliun 2025 Laba Tumbuh 10%

Layanan cloud PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Metrodata optimistis memperkuat pertumbuhan bisnis melalui ekspansi layanan cloud dan solusi digital terintegrasi. /MTDL
Layanan cloud PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Metrodata optimistis memperkuat pertumbuhan bisnis melalui ekspansi layanan cloud dan solusi digital terintegrasi. /MTDL

swaranusa.co, JAKARTA — PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatatkan pendapatan sebesar Rp27,2 triliun sepanjang 2025, tumbuh 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian diraih di tengah tekanan ekonomi serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Perusahaan yang bergerak di bidang solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mulai dari perangkat seperti smartphone hingga layanan berbasis cloud, data, dan AI, juga membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp814 miliar, meningkat 10% secara tahunan.

Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja menyampaikan bahwa stabilitas penjualan PC dan notebook menjadi salah satu faktor utama penopang kinerja, di tengah melemahnya daya beli dan pengetatan belanja pemerintah.

Strategi diversifikasi produk serta penguatan layanan solusi dan konsultasi juga turut mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

“Kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas penjualan PC dan notebook menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung kinerja di tengah melemahnya daya beli dan pengetatan belanja pemerintah, seiring dengan strategi diversifikasi produk serta penguatan layanan pada segmen solusi dan konsultasi yang turut mendorong pengembangan bisnis secara berkelanjutan,” katanya kepada wartawan melalui keterangan pers,  Jumat (27/3/2026).

Unit bisnis Distribusi tetap menjadi penyumbang utama pendapatan perusahaan.

Melalui strategi diversifikasi produk, unit ini mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 9% secara tahunan.

Segmen smartphone tumbuh 24,6%, sementara segmen komersial meningkat 7,2%.

Di sisi lain, unit Solusi dan Konsultasi Digital juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan penjualan sebesar 4,5% serta peningkatan laba bersih hingga 12%.

Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan layanan berbasis teknologi seperti cloud, hybrid infrastructure, dan cybersecurity.

Selain itu, model bisnis berbasis langganan pada unit solusi dan konsultasi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pendapatan berulang (recurring income).

Seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor, permintaan terhadap layanan ini juga mulai menunjukkan tren pemulihan.

“Keberhasilan melalui tantangan kondisi makro tahun 2025 ini membuat kami semakin optimis dalam upaya memperkuat posisi Perseroan sebagai digital solution provider dan dalam upaya meraih target menjadi perusahaan TIK terbesar di Indonesia,” jelas Susanto.

Share

Berita Terkait