swaranusa.co, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan komitmen mendukung Program Gentengisasi Nasional guna meningkatkan kualitas hunian rakyat sesuai arahan Prabowo Subianto.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan dukungan tersebut dalam agenda buka puasa bersama dan rapat gentengisasi yang dihadiri Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta pelaku usaha sentra genteng Jatiwangi.
“Program ini bukan charity. Ini program kualitas dan keberlanjutan. UMKM harus naik kelas, industrinya kuat, dan rumah rakyat tidak panas. Kita ingin multiplier effect-nya terasa. Masyarakat senang, industri tumbuh,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Sabtu (28/2/2026),
Dalam pertemuan tersebut disepakati harga genteng Rp4.300 per unit hingga lokasi proyek untuk wilayah Jawa Barat.
Salah satu pengembang juga menyatakan komitmen transaksi awal sekitar Rp12,6 miliar dari satu pelaku usaha, dengan target realisasi awal April.
Maruarar menekankan aspek kualitas dan kapasitas produksi sebagai tantangan utama.
Produk genteng diharapkan memiliki daya tahan minimal 15 tahun, tahan terhadap panas dan hujan, serta memenuhi unsur estetika, termasuk model flat untuk kebutuhan desain hunian modern.
Untuk memastikan standar mutu, pemerintah daerah memfasilitasi proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) mulai dari pengajuan hingga audit, dengan pendampingan penuh agar pelaku usaha dapat memenuhi persyaratan secara komprehensif.
Dari sisi pembiayaan, BRI siap mendukung melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Dirut BRI menegaskan peran Perseroan sebagai penghubung antara pengrajin dan pengembang guna memperkuat ekosistem industri perumahan daerah.
“Buyer sudah jelas, demand sudah ada. Yang penting kualitas dijaga dan produksinya cukup. BRI siap berada di tengah untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan sektor perumahan,” katanya.
Maruarar menjelaskan bahwa Program Gentengisasi turut menopang kebutuhan rumah subsidi dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat yang memerlukan pasokan genteng dalam jumlah besar.
Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, perbankan, pengembang, dan pengrajin, Majalengka diproyeksikan menjadi sentra utama penyedia genteng nasional.
“Kita mulai dari Jawa Barat. Kalau ini berhasil, kita lanjut ke daerah lain seperti Jawa Tengah. Kuncinya kualitas, konsistensi produksi, dan komitmen bersama,” jelasnya.





