swaranusa.co, JAKARTA — KAI Commuter mencatat adanya perubahan pola kepadatan pengguna Commuter Line Jabodetabek selama bulan Ramadan dibandingkan hari biasa.
Pergeseran terjadi pada jam sibuk pagi dan sore, dengan kecenderungan pengguna berangkat lebih awal dan pulang lebih cepat.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan bahwa kepadatan pagi hari selama Ramadan mulai meningkat sejak pukul 05.00 WIB dan mencapai puncak antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.
“Persebaran pengguna tersebut berbeda dengan periode sebelum Ramadan yang biasanya mulai meningkat pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB,” katanya kepada wartawan melalui keterangan pers, Selasa (24/2/2026).
Karina menjelaskan bahwa perubahan serupa juga terlihat pada jam sibuk sore.
Lonjakan penumpang mulai tampak sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, lalu kembali meningkat sekitar pukul 19.00 WIB seiring mobilitas pengguna setelah berbuka puasa.
Dari sisi volume keberangkatan pagi, sejumlah stasiun mencatat kenaikan signifikan.
“Stasiun dengan lonjakan volume tertinggi pada pagi hari mulai pukul 04.00 WIB antara lain Stasiun Rangkasbitung yang meningkat 28% atau sebanyak 1.500–1.600 orang. Sedangkan mulai pukul 05.00–06.00 WIB, peningkatan terjadi di Stasiun Bekasi sebanyak 50–64% atau sebanyak 5.000–8.000 orang,” jelasnya.
Tren tersebut, tambah Karina, mencerminkan penyesuaian waktu aktivitas masyarakat selama puasa.
Meski total volume harian pengguna selama Ramadan relatif stabil di atas 1 juta orang, kepadatan lebih terkonsentrasi pada pagi lebih awal serta menjelang dan setelah waktu berbuka.
Selama Ramadan, KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek setiap hari kerja.
Perusahaan juga memperbolehkan pengguna berbuka puasa di dalam kereta dengan minuman dan makanan ringan secukupnya.
KAI Commuter mengimbau pengguna untuk merencanakan perjalanan sesuai jadwal serta mematuhi arahan petugas.
“Seluruh pengguna juga diimbau untuk selalu menghormati pengguna lainnya dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama saat berbuka puasa di dalam kereta,” tutup Karina.





