swaranusa.co, JAKARTA — PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), emiten yang bergerak di penyediaan kain, seragam, dan produk fesyen, menyatakan optimisme dapat membukukan pertumbuhan kinerja single digit pada tahun buku 2025.
Keyakinan tersebut muncul meskipun industri tekstil nasional sempat menghadapi berbagai tantangan sepanjang tahun.
Optimisme Perseroan didukung oleh kinerja keuangan yang membaik pada kuartal III/2025.
Pada periode tersebut, BELL mencatatkan pertumbuhan laba kuartalan menjadi Rp1,16 miliar, meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp234,95 juta.
Perbaikan ini sejalan dengan mulai pulihnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) pada semester kedua 2025.
Kinerja positif BELL terutama ditopang oleh peningkatan penjualan dari segmen seragam.
Permintaan pengadaan seragam baru dari pelanggan instansi dan korporasi mendorong lonjakan penjualan seragam hingga Rp37,30 miliar pada kuartal III/2025, jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya Rp2,74 miliar.
Direktur Utama BELL Karsongno Wongso Djaja mengatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam beradaptasi dengan dinamika pasar.
Oleh karena itu, BELL optimistis dapat membukukan pertumbuhan kinerja pada level single digit sepanjang tahun buku 2025.
“Optimisme ini diperkuat oleh komitmen BELL untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk dalam menghadirkan solusi tekstil dan garmen yang selaras dengan kebutuhan pasar domestik,” katanya melalui keterangan pers, Sabtu (24/1/2026).
Selain upaya internal yang konsisten dilakukan perusahaan, kondisi industri TPT juga mulai menunjukkan perbaikan sejak semester kedua 2025.
Dukungan pemerintah terhadap industri tekstil nasional turut menjadi sentimen positif bagi pelaku usaha di sektor tersebut.
Capaian kinerja yang solid ini menjadi pijakan bagi BELL untuk memperkuat kinerja keuangan pada 2026.
Perseroan menyiapkan sejumlah strategi mulai dari peremajaan mesin produksi, konsistensi menjaga kualitas produk, hingga pengembangan produk baru berbasis riset dan inovasi.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengoperasian Trisula Innovation Center sebagai fasilitas pendukung inovasi yang terintegrasi.
Saat public expose insidentil yang digelar atas permintaan Bursa Efek Indonesia kemarin, Karsongno menjelaskan bahwa perbaikan kondisi industri ditambah dengan rencana dukungan dari pemerintah terhadap industri TPT tahun ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku industri TPT, termasuk BELL sebagai pemain tekstil dalam negeri.
“Momentum ini menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat kinerja BELL di tahun 2026,” jelasnya .
Dalam public expose tersebut, manajemen juga memaparkan kinerja Perseroan serta rencana bisnis ke depan.
Terkait pergerakan harga saham, BELL menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan hasil mekanisme pasar.
BELL, tambah Karsongno memahami ketertarikan pasar terhadap pergerakan harga saham.
Sebagai manajemen, filosofi kami adalah bahwa nilai jangka panjang yang berkelanjutan berasal dari fundamental perusahaan yang kokoh. Oleh karena itu, fokus utama kami tetaplah pada eksekusi strategi bisnis, peningkatan efisiensi operasional, dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” terangnya.





