Profit BRI Solid dengan ROE dan ROA Meningkat Kuartal I/2026

Gedung BRI. BRI mencatat pertumbuhan laba dan kredit positif melalui transformasi bisnis serta penguatan pembiayaan UMKM nasional. /BRI
Gedung BRI. BRI mencatat pertumbuhan laba dan kredit positif melalui transformasi bisnis serta penguatan pembiayaan UMKM nasional. /BRI

swaranusa.co, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mencatatkan peningkatan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipengaruhi risiko geopolitik. Kinerja tersebut sejalan dengan implementasi transformasi BRIvolution Reignite yang telah berjalan selama satu tahun terakhir.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa peningkatan profitabilitas perseroan didorong oleh perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya.

Return on assets (ROA) BRI tercatat meningkat menjadi 2,8%, sementara return on equity (ROE) naik dari 17,1% menjadi 18,4%.

“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien,” katanya kepada wartawan melalui keterangan pers dikutip Minggu (17/5/2026).

Hery menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap kuat memberikan dorongan terhadap pendapatan bunga.

“Sementara di sisi lain, perbaikan struktur funding, khususnya peningkatan CASA, turut menekan cost of fund. Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” jelasnya.

Hingga kuartal I/2026, total aset BRI mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Penyaluran kredit dan pembiayaan juga meningkat 13,7% YoY menjadi Rp1.562 triliun.

BRI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% YoY.

Menurut Hery, capaian tersebut mencerminkan konsistensi strategi perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus mempertahankan kualitas aset.

BRI juga optimistis momentum positif tersebut akan terus berlanjut melalui penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, BRI menegaskan komitmennya memperkuat peran sebagai bank yang fokus pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan UMKM sebagai pusat pertumbuhan bisnis.

Perseroan akan memperkuat ekosistem UMKM secara menyeluruh, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital agar mampu menciptakan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

Hery menerangkan bahwa BRI meyakini bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan dampak yang nyata.

“Oleh karena itu, setiap langkah transformasi BRIvolution Reignite yang tengah kami lakukan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, tidak hanya bagi perusahaan dan pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas,” terangnya.

Share

Berita Terkait