Penataan Menteng Tenggulun Kawasan Dikebut, Hunian Ditingkatkan, dan Ekonomi Didorong

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan peninjauan langsung terhadap progres penataan kawasan permukiman Menteng Tenggulun di Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/4/2026). Penataan Menteng Tenggulun fokus hunian layak, ekonomi warga, dan keberlanjutan kawasan berbasis kolaborasi. /PKP
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan peninjauan langsung terhadap progres penataan kawasan permukiman Menteng Tenggulun di Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/4/2026). Penataan Menteng Tenggulun fokus hunian layak, ekonomi warga, dan keberlanjutan kawasan berbasis kolaborasi. /PKP

swaranusa.co, JAKARTA — Pemerintah mengebut penataan kawasan permukiman Menteng Tenggulun di Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Selatan. Bukan hanya itu, hunian ditingkatkan dan ekonomi didorong.

Saat melakukan peninjauan langsung akhir pekan ini, Jumat (24/4/2026), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa penataan kawasan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dari total target 152 unit rumah, sebanyak 101 unit saat ini tengah dalam tahap pengerjaan.

“Kita ingin memastikan pekerjaan ini berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan hasilnya benar-benar berkualitas. Ini bukan hanya soal membangun rumah, tapi membangun lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan,” katanya dikutip melalui keterangan pers.

Menteri Ara menjelaskan bahwa selain renovasi hunian, program tersebut juga mencakup pembangunan boulevard sepanjang sekitar 300 meter yang dilengkapi fasilitas parkir, ruang komunal, taman bermain, ruang terbuka hijau, serta toilet bersama.

Infrastruktur pendukung seperti jembatan penyeberangan juga dibangun guna meningkatkan konektivitas dan kenyamanan warga.

Penataan kawasan, tambah Ara, harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, visual, dan sosial.

Kehadiran mural bertema budaya Indonesia di kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas lingkungan sekaligus menciptakan ruang yang edukatif.

Kawasan tersebut juga diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, termasuk pengembangan UMKM dan kawasan kuliner.

Ara mendorong keterlibatan pelaku UMKM, termasuk melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta penggunaan material dari pelaku usaha lokal.

“Merenovasi rumah sekaligus menumbuhkan ekonominya. Kita jangan ragu memberikan kesempatan bagi UMKM. Libatkan program CSR, bahkan material seperti genteng bisa dari UMKM,” jelasnya.

Ara mengingatkan pentingnya penggunaan material bangunan yang aman bagi kesehatan.

“Jangan pakai asbes lagi. Ini untuk kebaikan kesehatan, tidak ada kompromi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ara menerangkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan kawasan melalui pemberdayaan sumber daya manusia serta pengelolaan lingkungan yang baik.

“Jangan hanya fokus pada fisik, tapi juga pemberdayaan SDM. Bangun kawasan yang terjaga Kebersihan, keamanan, parkirnya, juga perawatan yang baik. Ini harus menjadi percontohan dari kawasan kumuh menjadi kawasan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Share

Berita Terkait