swaranusa.co, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengakselerasi penataan kawasan padat Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Program Gotong Royong Penataan Kawasan Kumuh dan Pembinaan UMKM ini dijadwalkan mulai 28 Maret 2026 dan ditargetkan tuntas pada 8 Juni 2026, sebagai implementasi arahan Prabowo Subianto dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan bahwa ada 82 rumah akan direnovasi.
Dari jumlah tersebut, 2 unit telah rampung, sementara 80 lainnya akan diperbaiki melalui dukungan sektor swasta dan kolaborasi dengan Pemda DKI Jakarta.
“Kita akan merenovasi 80 rumah lagi, 30 rumah dari Astra, dan 50 rumah dari Pak Boy Thohir dan Pak Lawrence Barki. Kita juga dibantu Pemda DKI untuk izin-izinnya. Program ini akan dimulai 28 Maret dan ditargetkan selesai 8 Juni 2026,” katanya saat meninjau lokasi dikutip melalui keterangan pers, Sabtu (28/2/2026).
Maruarar menjelaskan bahwa semangat gotong royong menjadi solusi penataan kawasan padat secara berkelanjutan tanpa relokasi warga.
Dari 10 RW di Kelurahan Menteng dengan sekitar 29.000 jiwa, 6 RW tergolong padat dan kumuh.
Pemerintah menargetkan transformasi kawasan menjadi lebih tertata, bersih, dan memiliki aktivitas ekonomi produktif.
Menteri Ara mengingatkan pentingnya pengelolaan pascapenataan agar perubahan tidak bersifat sementara.
“Bagaimana daerah yang kumuh dan jorok bisa direalisasikan menjadi bersih, jangan 1–2 bulan kumuh lagi. Buat manajemen perawatannya secara utuh. Jangan hanya diresmikan, dua bulan kumuh lagi, tetapi untuk selamanya. Bertahun-tahun harus tetap bagus,” jelasnya.
Program Gotong Royong Penataan Kawasan Kumuh dan Pembinaan UMKM melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menurunkan 20 personel dan bantuan Rp200 juta.
Ikatan Arsitek Indonesia menghadirkan arsitek untuk mendesain kawasan secara pro bono, sementara Badan Pusat Statistik akan melakukan survei sebelum dan sesudah penataan guna mengukur dampak sosial ekonomi.
Dinas PPKUMKM DKI juga memfasilitasi perizinan usaha, sertifikasi halal, dan izin edar bagi UMKM.
Dari sektor usaha, dukungan diberikan oleh Wakil Presiden Komisaris PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi “Boy” Thohir serta Presiden Komisaris PT Harum Energy Tbk Lawrence Barki.
Perbaikan jalan dan boulevard sepanjang 300 meter juga dilakukan untuk menunjang sentra kuliner UMKM.
Sebanyak 35 pelaku UMKM mendapat pembinaan dengan dukungan literasi keuangan dari sejumlah bank nasional, termasuk Bank Negara Indonesia dan Bank Central Asia. Pelatihan SDM difokuskan pada peningkatan kualitas produk dan tata kelola keuangan.
Pemberdayaan lokal juga menjadi prioritas. Kontraktor setempat dipercaya mengerjakan 15 unit rumah sebagai bagian dari peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.
“Kita harus berani kasih kepercayaan kepada rakyat. Saya kasih 15 unit untuk dikerjakan dari 2 unit yang sudah selesai sebelumnya, kalau bagus kita tambah lagi,” kata Menteri Ara.
Selain renovasi fisik, pemerintah menggandeng Permodalan Nasional Madani dan Sarana Multigriya Finansial untuk mengembangkan bank sampah gotong royong yang dikelola ibu-ibu setempat.
Penataan juga memperkuat identitas kebangsaan melalui mural bertema Pancasila, Burung Garuda, Bhinneka Tunggal Ika, serta tokoh atlet nasional.
“Mural juga harus menggambarkan tokoh atlet kita supaya anak-anak di sini punya semangat dan inspirasi,” pesan Ara.
Setiap rumah akan dilengkapi vertical garden dengan tanaman hias dan produktif seperti cabai guna menciptakan lingkungan hijau sekaligus bernilai ekonomi.
Pemerintah, tambah Ara, berharap Menteng Tenggulun menjadi model penataan kawasan berbasis kolaborasi di perkotaan.
“Di sini kita bekerja bersama, pemerintah, pengusaha, BUMN, perbankan, arsitek, dan warga. Tidak ada yang bisa bekerja sendirian. Gotong royong ini milik kita semua,” ujarnya.
Ara berharap Menteng Tenggulun dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia.
“Kalau di sini berhasil, kita lanjut ke daerah lain. Kita ingin rakyat hidup layak, rumahnya sehat, lingkungannya bersih, dan ekonominya tumbuh,” katanya.





