Pemerintah Perkuat Logistik Nasional Hadapi Tantangan Geopolitik Global

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Pemerintah optimistis logistik nasional yang efisien mampu menjaga daya saing ekonomi Indonesia di tengah gejolak global. /Kemenko Perekonomian
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Pemerintah optimistis logistik nasional yang efisien mampu menjaga daya saing ekonomi Indonesia di tengah gejolak global. /Kemenko Perekonomian

swaranusa.co, JAKARTA — Meningkatnya tensi geopolitik global terus memicu tantangan dan ketidakpastian dalam perekonomian dunia, terutama terhadap kelancaran rantai pasok internasional.

Penerapan kebijakan tarif resiprokal, konfrontasi geoekonomi, hingga fragmentasi ekonomi akibat proteksionisme dinilai turut meningkatkan risiko serta biaya logistik lintas negara.

Dalam situasi tersebut, pemerintah memastikan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga melalui penguatan sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap dinamika global.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa sektor logistik menjadi elemen paling awal yang terdampak ketika terjadi gejolak geopolitik global, dengan konsekuensi biaya yang sangat besar.

“Logistik menjadi kunci utama pada saat terjadi dinamika geopolitik global selalu yang terpengaruh duluan adalah masalah logistik supply chain dan itu ongkosnya sangat mahal sekali,” katanya dikutip melalui situs Kemenko Perekonomian, Jumat (30/1/2026).

Susiwijono menjelaskan bahwa penguatan kinerja logistik nasional menjadi salah satu enabler utama dalam strategi pembangunan ekonomi nasional.

Strategi tersebut dijalankan melalui tiga mesin pertumbuhan, yakni revitalisasi mesin ekonomi konvensional, pembangunan mesin ekonomi baru berbasis teknologi, serta peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia.

Upaya tersebut turut diperkuat oleh stabilitas makroekonomi, terjaganya daya beli masyarakat, iklim investasi yang kondusif, pendalaman sektor keuangan, serta penguatan sistem perlindungan sosial.

Dengan demikian, tambah Susiwijono, efisiensi biaya logistik diharapkan mampu menopang keberlanjutan pertumbuhan dan daya saing ekonomi nasional.

“Saya ingin membangun optimisme, di tengah tantangan dan ketidakpastian global, (fundametal) ekonomi kita masih kuat,” jelasnya,” terangnya

Share

Berita Terkait