swaranusa.co, JAKARTA — Di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, pemerintah terus memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pendalaman sektor keuangan dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program tersebut sejalan dengan praktik global yang dikenal sebagai Systematic Investment Plan (SIP).
“Dengan aliran dana yang stabil, diharapkan pasar modal lebih resilient terhadap tekanan volatilitas dan bisa diredam,” katanya saat meresmikan Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana di Jakarta, Senin (27/4/2026) dikutip melalui keterangan pers.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat pasar keuangan yang inklusif dan tangguh.
Dengan mengadopsi konsep SIP, Pintar Reksa Dana diharapkan mampu menciptakan arus dana yang lebih stabil ke pasar modal serta mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju investasi rutin berorientasi jangka panjang.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan basis investor domestik, mengingat peran mereka semakin penting dalam menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika investor global.
Dari sisi kinerja ekonomi, realisasi investasi pada triwulan I/2026 mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22% secara tahunan, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.000 orang.
Ke depan, kebutuhan pembiayaan nasional diperkirakan meningkat dari sekitar Rp7.400 triliun pada 2026 menjadi Rp9.200 triliun pada 2029, sehingga membuka peluang lebih luas bagi kontribusi sektor swasta dan masyarakat.
Airlangga menjelaskan bahwa pasar modal diharapkan memainkan peran strategis dalam pembiayaan ekonomi, termasuk melalui peningkatan aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) seiring membaiknya kondisi pasar.
Pemerintah juga terus memperluas akses pasar melalui perjanjian internasional seperti IEU-CEPA serta mempercepat penyelesaian hambatan investasi melalui upaya debottlenecking lintas kementerian dan lembaga.
Di saat yang sama, reformasi pasar modal mendapat respons positif dari lembaga global seperti MSCI dan FTSE Russell.
Program Pintar Reksa Dana diharapkan menjadi katalis dalam memperdalam pasar keuangan sekaligus memperluas inklusi investasi yang berkelanjutan dan kompetitif secara global.
Ke depan, pengembangan pasar modal juga diarahkan untuk menjangkau generasi muda yang kini mendominasi jumlah investor.
“Yang lebih senang anak muda yang berinvestasi itu sudah lebih dari 90% dan itu 24 juta. Jadi mudah-mudahan ini menjadi shock absorber di pasar modal kita,” jelasnya.





