swaranusa.co, JAKARTA — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan layanan Pelayanan Tanah Akhir Pekan (Pelataran) tetap beroperasi selama bulan suci Ramadan.
Sebanyak 107 Kantor Pertanahan (Kantah) di seluruh Indonesia tetap membuka layanan akhir pekan bagi masyarakat yang ingin mengurus keperluan pertanahan.
Salah satunya di Kantah Kabupaten Bogor I yang tetap melayani masyarakat setiap Sabtu dan Minggu pukul 08.00–12.00 WIB tanpa perubahan jam operasional.
Manager on Duty Kantah Kabupaten Bogor I, Nur Fitriayu, mengatakan bahwa tidak ada perbedaan pelayanan antara sebelum dan selama Ramadan, meski jumlah pemohon cenderung menurun.
“Tidak ada perbedaan baik sebelum Ramadan maupun saat Ramadan, mungkin hanya jumlah pemohonnya saja. Saat sebelum Ramadan, pemohon di layanan Pelataran bisa 80 lebih, kalau hari ini total sekitar 30-an pemohon,” katanya kepada wartawan melalui keterangan pers, Minggu (22/2/2026).
Fitriayu menjelaskan bahwa Kantah Kabupaten Bogor I tetap menyediakan tujuh layanan prioritas selama Ramadan.
Semuanya adalah pengecekan sertifikat, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT), Hak Tanggungan Elektronik, Roya (manual/elektronik), peralihan hak, pendaftaran SK, serta perubahan Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai menjadi Hak Milik.
“Seperti pada hari ini (Sabtu), banyak pemohon yang melakukan pengajuan SKPT, pengajuan informasi terkait berkas di loket customer service (CS), bahkan pengambilan produk sertifikat di loket pengambilan,” jelasnya.
Salah satu pemohon, Dodi (51), memanfaatkan layanan akhir pekan untuk mengambil sertipikat tanah setelah proses peningkatan hak dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik.
“Saya mengurus peningkatan hak rumah kami yang sebelumnya berupa Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik. Saya sebelumnya diinfokan jika ada layanan akhir pekan, tetap buka saat Ramadan, jadi saya ke sini saja hari ini,” tuturnya.
Dodi mengaku puas dengan pelayanan yang dinilai cepat dan terjangkau.
“Apalagi di hari ini saat ambil, saya baru masuk sudah dibantu di depan (oleh petugas) langsung diarahkan ke loket pengambilan, tidak sampai 10 menit sudah selesai. Biayanya juga Rp50.000 dari awal hingga akhir saya urus sendiri,” ungkap Dodi.





