Menteri PKP Dorong Bank Syariah Nasional Percepat Pembiayaan FLPP

Pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor di Menara I BTN, Jakarta Pusat, Rabu (13/05/2026). Kementerian PKP dan BSN mempercepat pembiayaan FLPP serta rumah susun subsidi demi mendukung program nasional. /PKP
Pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor di Menara I BTN, Jakarta Pusat, Rabu (13/05/2026). Kementerian PKP dan BSN mempercepat pembiayaan FLPP serta rumah susun subsidi demi mendukung program nasional. /PKP

swaranusa.co, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mendorong percepatan pembiayaan rumah subsidi dan rumah susun melalui kerja sama dengan Bank Syariah Nasional (BSN).

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor di Menara I BTN, Jakarta Pusat, Rabu (13/05/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi pembiayaan perumahan subsidi, percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), hingga pengembangan rumah susun subsidi di kawasan perkotaan.

Menteri Ara mengatakan bahwa pemerintah terus memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, dan swasta guna mempercepat program perumahan nasional yang menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto.

“Visi Presiden Prabowo adalah membangun rumah susun subsidi di perkotaan, aturannya juga sedang dibuat dan saya ingin disosialisasikan dan digolkan dengan adanya partisipasi BSN,” katanya dikutip melalui keterangan pers.

Ara menjelaskan bahwa BSN memiliki potensi besar menjadi salah satu penggerak utama pembiayaan rumah subsidi dan rumah susun.

Hal tersebut didukung posisi BSN sebagai bank syariah terbesar kedua berdasarkan aset serta fokus perusahaan pada pembiayaan perumahan.

Saat ini, 99% saham BSN dimiliki oleh Bank Tabungan Negara (BTN). Dalam tiga tahun terakhir, pangsa pasar perbankan syariah terus mengalami peningkatan, termasuk kontribusi BSN dalam penyaluran FLPP nasional.

Hingga April 2026, BSN tercatat sebagai penyalur FLPP terbesar kedua di Indonesia dengan realisasi mencapai 16.523 unit rumah.

Sementara target penyaluran FLPP BSN sepanjang 2026 ditetapkan sebanyak 73.300 unit rumah.

Menteri PKP juga meminta BSN memperkuat dukungan terhadap pembangunan rumah susun subsidi serta pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan.

“Untuk rumah tapak, BSN saya beri nilai 9 dan untuk rumah susun kalau bisa saya beri nilai 9 juga untuk tahun ini dengan cara BSN dapat merekrut orang-orang yang berkompeten, cepat, loyal dan efektif terhadap program rumah susun ini. Tentunya dengan semangat dan kerja keras,” jelasnya

Selain itu, BSN menargetkan pengajuan KUR perumahan sebesar Rp500 miliar kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan proses administrasi yang ditargetkan rampung dalam dua bulan mendatang.

Menteri PKP menerangkan percepatan pembangunan perumahan membutuhkan pola kerja adaptif, kolaboratif, dan berorientasi hasil agar target pembangunan nasional tercapai tepat sasaran.

“Saya mengembangkan governmentpreuner di Kementerian saya dengan menggabungkan pemerintah dan swasta dalam hal kecepatan dan efisiensi karena saya juga punya tanggung jawab kepada Presiden Prabowo untuk memastikan program berjalan dengan baik,” terangnya.

Alex Sofjan Noor mengatakan bahwa BSN mendukung penuh program perumahan pemerintah dan berkomitmen memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat.

“Minat masyarakat terhadap perumahan cukup besar dan sangat kelihatan core fokusnya BSN ini pada FLPP. Kami mendukung program perumahan yang menjadi visi Bapak Presiden Prabowo,” katanya.

Alex juga menyebut BSN tengah menyiapkan berbagai inovasi untuk memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional.

“Untuk inovasi kami akan menggandeng ekosistem perumahan, memperkuat kolaborasi dengan developer, mendorong pembiayaan perumahan yang inklusif dan mengembangkan digitalisasi produk dan layanan,” jelasnya.

Share

Berita Terkait