swaranusa.co, JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mendorong pengembang perumahan untuk lebih proaktif dalam mendukung percepatan program perumahan nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pemangku kepentingan di Jakarta semalam, Senin (20/4/2026), sebagai bagian dari upaya akselerasi proyek strategis sektor perumahan.
Pertemuan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Tabungan Negara dan Badan Standardisasi Nasional, guna memperkuat sinergi pembiayaan dan standardisasi.
Dalam rapat, para penanggung jawab proyek memaparkan progres pembangunan sekaligus sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, seperti perizinan, pengelolaan Lahan Baku Sawah (LBS), hingga kenaikan harga material bangunan.
Maruarar menekankan pentingnya respons cepat terhadap hambatan tersebut serta mendorong pelaku usaha untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah.
“Sangat penting sebagai pengusaha untuk memahami aturan dan menyampaikan kendala yang ada di lapangan, termasuk terkait perizinan dan hal lainnya. Tinggal kita mau pasif atau aktif,” katanya dikutip melalui keterangan pers.
Maruarar menjelaskan bahwa kolaborasi terbuka antara pemerintah dan pengembang menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan perumahan nasional.
“Pengusaha berjuang untuk kepentingan usahanya, sementara saya berjuang demi kepentingan rakyat. Namun tidak apa-apa, kita harus terbuka dan memastikan koordinasi berjalan dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, Maruarar juga menyoroti pentingnya pendekatan segmentasi dalam penyaluran rumah subsidi agar lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
“Kita dalam penyediaan rumah subsidi perlu melihat segmentasi. Teman-teman pengembang perumahan subsidi dari berbagai wilayah Indonesia juga memiliki segmentasi profesi masing-masing,” jelasnya.
Maruarar menambahkan, kebijakan pemerintah kini semakin inklusif, mencakup masyarakat berpenghasilan tetap maupun tidak tetap sesuai arahan Prabowo Subianto.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, program ini ditujukan untuk MBR, dan tidak hanya diberikan kepada yang memiliki penghasilan tetap, tetapi juga bagi masyarakat dengan pendapatan tidak tetap. Presiden telah membuat kebijakan yang memudahkan rakyat untuk memiliki rumah,” ungkapnya.
Pemerintah juga telah meningkatkan target penyediaan rumah subsidi secara signifikan dalam waktu singkat.
“Baru dalam satu tahun, Presiden Prabowo telah menaikkan target menjadi 350.000 unit rumah,” tambahnya.





