Menko Airlangga Ungkap Strategi Jakarta Menuju Pusat Keuangan dan Kota Global

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebut Jakarta berpotensi jadi pusat jasa, keuangan,dan ekonomi digital global dalam acara Kearney at 100, Jakarta at 500. /Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebut Jakarta berpotensi jadi pusat jasa, keuangan,dan ekonomi digital global dalam acara Kearney at 100, Jakarta at 500. /Kemenko Perekonomian

swaranusa.co, JAKARTA — Pemerintah terus mendorong peran daerah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan infrastruktur, peningkatan daya saing investasi, serta pengembangan berbagai potensi ekonomi unggulan.

Salah satu wilayah yang memegang peranan sangat strategis dalam upaya transformasi tersebut yakni Jakarta, yang diproyeksikan untuk dikembangkan sebagai pusat jasa, keuangan, dan ekonomi digital berdaya saing global.

Kehadiran Jakarta sebagai kota global diharapkan mampu menstimulasi pertumbuhan kawasan sekitarnya sekaligus memberikan multiplier effect yang positif bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan hal tersebut dalam acara Fire Chat Kearney at 100, Jakarta at 500: Shaping the Next Global City Together kemarin, Rabu (28/10/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi perkotaan yang terintegrasi menjadi fondasi penting dari upaya penataan kota jangka panjang.

Pemerintah secara konsisten telah mendukung pembangunan moda transportasi massal modern seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk memperkuat konektivitas lintas kawasan yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga.

“Jakarta itu sebetulnya tidak bisa lagi menjadi flat city. Jakarta itu harus menjadi kota yang naik ke atas semua. Dan kota yang naik ke atas, vertikal ini tentunya memudahkan masyarakat untuk bisa tinggal dekat dengan tempat kerjanya,” jelasnya.

Selain fokus pada sektor transportasi, Pemerintah juga gencar mendorong pengembangan Jakarta sebagai pusat keuangan internasional.

Langkah ini ditempuh dengan mengadopsi berbagai praktik terbaik dari pusat-pusat keuangan global terkemuka, yang diharapkan mampu membuka sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan arus investasi serta perluasan aktivitas jasa keuangan.

Dengan dukungan ekosistem bisnis yang kompetitif dan kepastian hukum yang kuat, Jakarta diyakini dapat mendongkrak daya tarik investasi sekaligus memperkokoh posisi tawar Indonesia dalam jaringan finansial global.

Upaya memperkuat daya saing Jakarta tentunya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Penanganan masalah sampah, pengendalian banjir, serta penyediaan infrastruktur dasar yang memadai merupakan aspek mutlak untuk menciptakan kota yang layak huni (livable city).

Di tingkat kawasan regional, penguatan konektivitas Jakarta dengan wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) juga menjadi perhatian utama.

Pengembangan sistem transportasi massal yang menghubungkan sentra kegiatan ekonomi dengan kawasan permukiman warga perlu didukung oleh koordinasi kebijakan lintas daerah yang selaras, guna menekan beban mobilitas harian, mendongkrak kualitas hidup masyarakat, serta meratakan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Sektor pariwisata turut diidentifikasi sebagai salah satu potensi strategis yang dapat dioptimalkan untuk mendongkrak perekonomian ibu kota.

Selain menjadi sumber perolehan devisa negara, sektor pariwisata membuka peluang besar dalam menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pemaksimalan pasar domestik.

Peningkatan daya tarik destinasi wisata, penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala internasional (MICE), serta penguatan infrastruktur konektivitas dan fasilitas akomodasi diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekosistem usaha terkait.

Lebih lanjut, akselerasi pengembangan ekonomi digital juga menjadi pilar penting yang harus ditopang oleh ketersediaan infrastruktur teknologi mutakhir serta ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Pertumbuhan pusat data (data center) di kawasan sekitar Jakarta merepresentasikan besarnya potensi Indonesia dalam menangkap peluang gelombang teknologi global.

Penguatan ekosistem digital ini tentu membutuhkan kolaborasi erat antara Pemerintah, dunia usaha, serta institusi pendidikan tinggi sebagai pabrik pencetak talenta dan inovasi.

Di kancah internasional, penguatan daya saing daerah juga wajib diselaraskan dengan upaya perluasan akses pasar ekspor bagi produk-produk nasional.

Pemerintah saat ini terus mengawal penyelesaian berbagai perundingan perjanjian perdagangan strategis, termasuk Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), guna memperluas penetrasi pasar dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha domestik untuk terhubung secara langsung dengan rantai pasok global (global value chain).

Sebagai langkah intervensi jangka pendek untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, Airlangga juga memaparkan berbagai program stimulus yang sedang digulirkan pemerintah, termasuk penyelenggaraan hajatan diskon belanja massal.

“Kalau kita lihat apa yang dirasakan masyarakat, untuk jangka pendek, kita sedang mendorong bantuan sosial nasional, dan on top of that itu ada program yang tadi disebut discount. Kita juga memberikan discount untuk pesawat terbang, kita discount untuk kereta api, kita discount juga untuk kapal laut, kemudian juga discount-discount yang kita mendukung di Jakarta Great Sale, dimana discount-nya bisa sampai 70%,” pungkasnya.

Share

Berita Terkait