swaranusa.co, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan arus penyeberangan selama libur panjang Imlek 2026, khususnya di lintasan utama Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali. Peningkatan mobilitas mencerminkan tingginya minat masyarakat bepergian antarwilayah.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan bahwa kenaikan trafik menunjukkan pergerakan masyarakat yang semakin aktif selama periode libur.
“Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, tetapi gambaran nyata meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. Karena itu, ASDP memastikan kesiapan operasional berjalan optimal agar potensi kepadatan di pelabuhan dapat diminimalkan,” katanya kepada wartawan melalui keterangan pers, Senin (16/2/2026).
Berdasarkan data kumulatif ASDP hingga Sabtu (14/2/2026), terjadi lonjakan signifikan arus dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak dengan total 39.593 penumpang atau naik 36,2% dibanding sehari sebelumnya. Volume kendaraan tercatat 10.750 unit atau meningkat 33,9%.
Sebaliknya, arus dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni relatif stabil dengan 28.611 penumpang (turun 1,1%) dan 7.561 kendaraan (turun 1,8%).
Pada lintasan Jawa–Bali, arus dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 21.069 penumpang atau naik 6,8%, dengan 6.361 kendaraan (naik 6,4%).
Sementara arus dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang mencatat 20.638 penumpang atau tumbuh 18,3%, serta 5.518 kendaraan atau meningkat 4%. Tren ini menunjukkan peningkatan mobilitas dua arah di kawasan tersebut.
Waspada Cuaca Ekstrem
ASDP juga mengingatkan pengguna jasa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menegaskan pentingnya koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan pemantauan informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Kami terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan serta seluruh pemangku kepentingan. Keselamatan pengguna jasa tetap menjadi fokus utama sehingga operasional disesuaikan dengan kondisi cuaca tanpa mengorbankan aspek keamanan layanan,” jelasnya
BMKG memprakirakan periode 15–18 Februari 2026 masih berada pada puncak musim hujan akibat penguatan Monsun Asia.
Kecepatan angin di Selat Sunda, Laut Jawa hingga Selat Bali diperkirakan 8–20 knot dengan hembusan mencapai 25 knot, sementara tinggi gelombang berkisar 0,5–2 meter dan berpotensi fluktuatif.
Sebagai langkah antisipasi, ASDP memberikan kebijakan refund 25% dan layanan reschedule dengan biaya 10% guna memberi fleksibilitas perjalanan. Perusahaan memastikan kesiapan operasional agar perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman.





