swaranusa.co, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng Pemerintah Provinsi Lampung dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk menyiapkan program terpadu dalam menangani kemiskinan serta penataan kawasan kumuh di Lampung.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi di Jakarta akhir pekan ini, Jumat (20/2/2026).
Program yang dirancang bersifat kolaboratif dan komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai skema pembiayaan, seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, rumah subsidi, hingga pembiayaan PNM.
“Dalam dua minggu ini akan dilakukan profiling, dan kami akan ke Lampung bersama Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Rakyat Indonesia untuk menjalin kerja sama. Kami akan memadukan CSR dan BSPS dalam penataan kawasan kumuh,” kata Maruarar dikutip melalui keterangan pers, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, pendekatan penanganan kemiskinan harus menyentuh aspek hunian sekaligus pemberdayaan ekonomi.
Pria yang akrab disapa Ara itu menekankan prioritas pada wilayah termiskin di Kota Lampung, dengan kombinasi pendanaan dari CSR, BSPS, PNM Mekar, hingga dukungan APBD.
“Saya sarankan agar daerah paling miskin di Kota Lampung menjadi prioritas. Sebagian pembiayaan bisa dari CSR dan BSPS, sekaligus PNM Mekar untuk membina ekonominya. Syukur-syukur ada dukungan dari APBD. Percuma kalau rumahnya direnovasi, tapi ekonominya tidak mandiri,” jelasnya.
Ara juga memastikan program tersebut dijalankan secara sinergis antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.
Kunjungan kerja ke Lampung direncanakan sebelum Lebaran untuk peluncuran resmi program.
“Kita harus menyiapkan program ini sebagai kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Ada CSR, BSPS, rumah subsidi, KUR Perumahan, dan pembiayaan PNM. Ibu Dirjen juga akan melibatkan banker perempuan untuk membina masyarakat,” terangnya.
Direktur Jenderal Perumahan Sri menyebut model kolaboratif serupa telah berhasil diterapkan di Menteng Tenggulun, Jakarta, yang ditata menjadi Gang Semarak Betawi melalui dukungan CSR dan sinergi lintas instansi.
Sementara itu, Arief Mulyadi menyatakan kesiapan PNM memperkuat ekosistem perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk mendukung rumah sebagai basis usaha keluarga.
Berdasarkan catatannya, terdapat sekitar 650.000 nasabah PNM Mekar di Lampung.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik program tersebut dan menilai pendekatan komprehensif sangat relevan, termasuk gagasan rumah susun subsidi untuk mengatasi keterbatasan lahan di Kota Bandar Lampung.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kementerian PKP berharap penataan kawasan kumuh di Lampung dapat memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi serta lahirnya wirausaha baru.





