Kemenhub Perketat Ramp Check untuk Keselamatan Angkutan Lebaran 2026

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Kemenhub perketat ramp check transportasi demi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026. /BKIP Kemenhub-Daniel
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Kemenhub perketat ramp check transportasi demi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026. /BKIP Kemenhub-Daniel

swaranusa.co, JAKARTA — Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) memastikan pemeriksaan kelaikan sarana transportasi terus dilakukan menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub agar secara konsisten melakukan ramp check pada seluruh moda transportasi guna menjamin keselamatan perjalanan masyarakat.

“Keselamatan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran harus jadi prioritas utama. Terkait hal ini, saya telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub untuk melakukan ramp check secara konsisten dan sesuai prosedur, sehingga semua sarana transportasi yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan,” ujar Menhub Dudy saat kegiatan media briefing dan buka puasa bersama Forum Wartawan Perhubungan di Jakarta dikutip melalui keterangan pers, Sabtu (7/3/2026).

Dudy menjelaskan bahwa pemeriksaan di sektor transportasi darat telah mencakup 27.664 unit bus sejak 23 Februari 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.516 unit dinyatakan layak beroperasi. Sementara unit lainnya mendapat peringatan untuk melakukan perbaikan, larangan beroperasi, hingga sanksi tilang.

Pada sektor transportasi laut, pemeriksaan kelaiklautan telah dilakukan terhadap 832 kapal dari total armada 840 unit.

Untuk transportasi penyeberangan, sebanyak 220 kapal telah diperiksa dari total 254 armada yang tersedia.

Di sektor transportasi udara, ramp check telah dilakukan terhadap 372 pesawat dari total 564 armada pesawat.

Sementara pada sektor perkeretaapian, pemeriksaan dilakukan terhadap 3.672 sarana dari total 3.687 unit yang ada.

Menhub juga meminta operator transportasi memastikan perawatan armada dilakukan secara optimal agar memenuhi standar keselamatan sebelum beroperasi.

Dia menegaskan bahwa seluruh layanan transportasi publik harus mampu memberikan rasa aman sekaligus pelayanan terbaik bagi masyarakat selama periode Lebaran.

“Semua transportasi publik harus menjamin keselamatan penumpang dan wajib memberikan pelayanan yang optimal. Ini penting agar para penumpang merasa aman dan nyaman selama di perjalanan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dudy juga menyampaikan perkembangan Program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh Kemenhub.

Hingga 5 Maret 2026, jumlah pendaftar mudik gratis menggunakan bus tercatat 15.550 orang dari total kuota 15.834 penumpang.

Selain itu, program pengangkutan sepeda motor menggunakan truk telah mencatat 172 unit pendaftar dari kuota 240 unit motor.

Untuk layanan Angkutan Motor Gratis (MOTIS) dengan kereta api, sebanyak 9.529 sepeda motor telah didaftarkan dari kuota 11.900 unit.

Jumlah penumpang yang telah mendaftar mencapai 18.382 orang dari total kuota 28.196 penumpang.

Sementara itu, untuk mudik gratis menggunakan kapal laut, pemerintah menyediakan kuota 69.232 penumpang pada berbagai lintasan di seluruh Indonesia.

Pada hari pertama pendaftaran kemarin, tercatat 5.933 orang telah mendaftarkan diri.

Dudy juga mengungkapkan perkembangan penjualan tiket pesawat setelah pemerintah memberikan stimulus harga tiket.

Data menunjukkan, untuk penerbangan domestik pada periode 13–29 Maret 2026, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 1.767.574 kursi.

Tiga rute dengan penjualan tertinggi adalah Jakarta–Denpasar, Jakarta–Medan, dan Jakarta–Padang.

“Saya mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program Mudik Gratis dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi selama masa libur Lebaran. Begitu pun dengan diskon tiket pesawat, semoga stimulus ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau,” terangnya.

Dudy berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar dengan dukungan seluruh pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga operator transportasi.

“Dengan sinergi dan kolaborasi yang intens dengan seluruh stakeholder, baik Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, hingga operator transportasi, saya optimistis pergerakan masyarakat selama masa libur Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, dan terkendali,” katanya.

Berdasarkan data Kemenhub, jumlah mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang.

Provinsi tujuan terbesar diprediksi adalah Jawa Tengah dengan potensi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

Share

Berita Terkait