InJourney Airports Pastikan Kesiapan 37 Bandara Hadapi Libur Nataru

Penumpang bersiap menggunakan transportasi udara. /Angkasa Pura
Penumpang bersiap menggunakan transportasi udara. /Angkasa Pura

JAKARTA — InJourney Airports memastikan kesiapan 37 bandara dalam melayani masyarakat selama angkutan Natal 2025 dan tahun baru 2026.

PGS Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan bahwa persiapan mencakup operasional posko terpadu, kesiapan fasilitas, personel, serta dukungan teknologi informasi.

“Kami tengah melakukan persiapan untuk mengoperasikan posko terpadu di 37 bandara selama 18 hari,” katanya dalam diskusi di Bogor, Jawa Barat pekan lalu dikutip melalui keterangan pers, Senin (15/12/2025).

Arie menjelaskan bahwa bandara siap beroperasi hingga 24 jam selama periode nataru guna mengantisipasi keterlambatan penerbangan akibat cuaca maupun faktor teknis.

“Bandara pada prinsipnya siap beroperasi 24 jam. Ini penting agar jika terjadi delay, pesawat tetap bisa mendarat,” jelasnya.

InJourney Airports juga menyiapkan hampir 16.000 personel internal yang didukung ribuan personel eksternal untuk memastikan kelancaran layanan dan menjaga kenyamanan penumpang selama masa libur panjang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Achmad Setiyo Prabowo memproyeksikan jumlah penumpang pesawat udara selama periode Nataru mencapai 5.050.194 orang, yang terdiri dari 3.899.176 penumpang domestik dan 1.151.018 penumpang internasional.

“Dari sisi angka, kenaikannya memang tidak terlalu signifikan, tetapi kami tetap optimistis akan ada peningkatan mobilisasi dan pergerakan penumpang,” katanya.

Achmad menjelaskan bahwa rute domestik dengan volume penumpang tertinggi masih didominasi penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, seperti Jakarta–Denpasar, Jakarta–Surabaya, dan Jakarta–Medan.

Sementara rute internasional favorit meliputi Jakarta–Singapura dan Denpasar–Kuala Lumpur.

Dari sisi armada, tambah Setiyo, saat ini terdapat 568 pesawat di Indonesia, namun hanya sekitar 368 unit yang siap operasi.

Kondisi ini membuat rotasi pesawat menjadi lebih ketat, terutama saat terjadi gangguan cuaca atau teknis.

“Jumlah pesawat yang serviceable terbatas, sehingga rotasi pesawat menjadi lebih ketat,” jelasnya.

Untuk menekan harga tiket pesawat selama nataru, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus, mulai dari PPN ditanggung pemerintah sebesar 6%, diskon fuel surcharge, diskon tarif jasa kebandarudaraan, hingga penurunan harga avtur di 37 bandara.

“Kalau diramu, kebijakan ini kurang lebih bisa menurunkan harga tiket 12–13%,” tambahnya. (PRB)

Share

Berita Terkait