Indonesia-Australia Dorong Produktivitas dan Ekonomi Berkelanjutan

Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Chair Australian Productivity Commission Danielle Wood serta Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia dan Australia perkuat kerja sama ekonomi, fokus produktivitas, SDM, dan reformasi kebijakan nasional. /humas ekon-zly
Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Chair Australian Productivity Commission Danielle Wood serta Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia dan Australia perkuat kerja sama ekonomi, fokus produktivitas, SDM, dan reformasi kebijakan nasional. /humas ekon-zly

swaranusa.co, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menerima kunjungan Chair Australian Productivity Commission Danielle Wood serta Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Airlangga mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia–Australia, khususnya dalam peningkatan produktivitas, pengembangan sumber daya manusia, serta ketahanan ekonomi kedua negara.

“Yang perlu ditekankan bahwa di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia berfokus pada penguatan gerakan peningkatan produktivitas yang berjalan seiring dengan penerapan efisiensi guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya dikutip melalui situs Kemenko Perekonomian.

Salah satu fokus strategis yang dibahas adalah implementasi kebijakan e-Government di Indonesia, yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas meskipun di tengah kebijakan efisiensi yang sedang diterapkan.

Selain itu, Airlangga menyampaikan dukungan terhadap kelanjutan program PROSPERA.

Pada fase kedua program tersebut, pemerintah berharap keterlibatan Australian Productivity Commission dapat memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti guna mendorong reformasi dan peningkatan produktivitas nasional.

“Di bawah kerangka PROSPERA Phase II, Australian Productivity Commission diharapkan dapat melakukan riset terkait pengembangan tenaga kerja yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Selain itu, penyusunan rekomendasi nasional mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial di Indonesia menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Airlangga juga menyoroti pentingnya reformasi perpajakan sebagai bagian dari agenda prioritas nasional yang diharapkan dapat menjadi fokus dalam implementasi program tersebut.

Sementara itu, Danielle Wood menyampaikan kesiapan Australia untuk memperkuat kerja sama dalam peningkatan kapasitas sektor layanan publik guna mendorong produktivitas, investasi, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menutup pertemuan, Roderick Brazier menegaskan komitmen Pemerintah Australia dalam mendukung proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development serta Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership.

Share

Berita Terkait