swaranusa.co, JAKARTA — Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berlanjut pada perdagangan Kamis (29/1/2026) hingga memaksa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt.
Tekanan jual masif yang dipicu kekhawatiran pasar terhadap sentimen MSCI membuat IHSG terperosok tajam sejak awal sesi.
BEI mencatat penurunan IHSG telah mencapai 8% ke 7.654,66 sehingga sistem perdagangan dihentikan sementara pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan,” tulis BEI dalam keterbukaan informasi resminya.
Tekanan pasar terutama terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar dan saham konglomerat yang kembali menjadi sasaran aksi jual.
Sejumlah saham tercatat masih terkunci di level auto rejection bawah (ARB), mencerminkan kuatnya sentimen negatif serta minimnya minat beli dari investor di tengah ketidakpastian pasar.
BEI menjelaskan bahwa penerapan trading halt dilakukan untuk menjaga perdagangan saham tetap teratur, wajar, dan efisien sesuai Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.
Langkah ini diharapkan dapat meredam kepanikan pasar sekaligus memberi waktu bagi pelaku pasar untuk mencermati perkembangan situasi.





