swaranusa.co, JAKARTA — Pemerintah telah mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah Non Aparatur Sipil Negara (Non ASN) sejak akhir Desember 2025.
Program ini menjadi bagian dari upaya negara menjaga kesejahteraan pendidik madrasah di seluruh Indonesia.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Fesal Musaad, mengungkapkan bahwa total penerima BSU tahun 2025 mencapai 211.992 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 186.148 guru madrasah Non ASN serta 25.844 tenaga kependidikan madrasah Non ASN.
Baca juga: Kemenhaj Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Penyelenggaraan Haji 2026
Menurut Fesal, penyaluran BSU merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung kesejahteraan para pendidik madrasah yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan berbasis keagamaan.
“BSU ini dialokasikan dari anggaran 2025 yang diperkuat belanja tambahan. Ini sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap guru dan tendik madrasah non ASN,” katanya dikutip melalui situs Kemenag, Sabtu (10/1/2025).
Setiap penerima BSU memperoleh bantuan sebesar Rp600.000 yang disalurkan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Bantuan ini diharapkan mampu membantu kebutuhan dasar para guru sekaligus menjaga motivasi dan semangat pengabdian mereka dalam dunia pendidikan.
Baca juga: BNPB Prioritaskan Pembersihan Drainase Pascabanjir Kuala Simpang Aceh Tamiang
Fesal menegaskan bahwa penyaluran BSU tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan madrasah melalui peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah dalam menjalankan peran pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik,” pungkasnya.





