BRI Perkuat KPR Subsidi Dukung Program Asta Cita Pemerintah

Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Pusat BRI, Rabu (4/2/2025). BRI konsisten memperluas KPR subsidi untuk mendukung Program Asta Cita dan perumahan nasional. /BRI
Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Pusat BRI, Rabu (4/2/2025). BRI konsisten memperluas KPR subsidi untuk mendukung Program Asta Cita dan perumahan nasional. /BRI

swaranusa.co, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi di Indonesia sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Program Asta Cita.

Langkah tersebut menjadi komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hal itu disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Kantor Pusat BRI pekan lalu, Rabu (4/2/2025).

Hery mengatakan bahwa sebagai bank yang memiliki mandat berpihak pada segmen masyarakat kecil, BRI secara konsisten menjalankan peran strategisnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk pembiayaan perumahan bersubsidi.

Sepanjang tahun 2025, BRI telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi senilai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118.000 debitur di seluruh Indonesia.

Sekitar 97% dari total penyaluran tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang berperan penting dalam mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah.

“Salah satu program prioritas nasional yang kami dukung adalah Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan jaringan yang luas serta pengalaman panjang dalam melayani segmen mikro dan kecil, BRI optimistis dapat berperan aktif dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Senin (9/2/2026).

Hery menjelaskan bahwa dukungan tersebut diperkuat oleh jaringan BRI yang memiliki lebih dari 7.500 unit kerja di seluruh Indonesia.

Infrastruktur distribusi yang luas dan terintegrasi dinilai mampu mempercepat implementasi berbagai program strategis pemerintah, khususnya di sektor perumahan.

Selain fokus pada kepemilikan rumah, BRI juga menaruh perhatian pada keberlanjutan kesejahteraan masyarakat pascamemiliki hunian.

Untuk itu, pembiayaan perumahan diintegrasikan dengan penguatan ekosistem BRI Group, salah satunya melalui program PNM Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang menyasar ibu-ibu prasejahtera produktif.

Melalui Mekaar, para ibu rumah tangga mendapatkan akses pembiayaan usaha produktif seperti kuliner, kerajinan tangan, dan usaha mikro lainnya, sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus menekan praktik rentenir.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi atas kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi nasional.

“BRI itu konstribusinya untuk rumah subsidi naik sekitar 100%. Tahun 2024 itu ada 16.000 unit yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 32.000 unit. Ini kenaikan dari presentasi yang terbesar,” katanya pada kesempatan yang sama.

Maruarar juga menyoroti capaian FLPP yang mencatatkan rekor baru dalam kebijakan rumah bersubsidi nasional.

“Baru setahun pemerintah Presiden Prabowo, tahun 2025, itu kenaikan yang luar biasa yaitu 279.000 (unit rumah). Jadi ada kenaikan sekitar 50.000 dalam setahun ini,” jelasnya.

Share

Berita Terkait