swaranusa.co, JAKARTA — Menjelang periode libur Lebaran ketika aktivitas komunikasi dan transaksi digital meningkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan rekening, terutama terhadap file yang berasal dari sumber tidak dikenal.
Dalam berbagai kasus, modus penipuan biasanya diawali dengan pesan WhatsApp dari pihak yang mengaku berasal dari instansi tertentu.
Pesan tersebut umumnya disertai narasi yang meyakinkan serta lampiran file berformat .APK, undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, maupun dokumen lain yang dikemas seolah-olah sebagai informasi penting.
Apabila korban mengunduh dan memasang file tersebut, perangkat dapat terinfeksi program berbahaya atau malware.
Program tersebut berpotensi mencuri data, merusak sistem, hingga mengambil alih perangkat tanpa diketahui oleh pengguna.
Aplikasi .APK dari sumber tidak tepercaya juga dapat meminta izin akses tertentu pada perangkat dan dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna, sehingga membuka peluang penyalahgunaan akses terhadap layanan keuangan yang tersimpan pada perangkat.
Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang sehingga membutuhkan peningkatan kewaspadaan dari semua pihak.
“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” katanya kepada wartawan melalui keterangan pers, Selasa (17/3/2026).
BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengeklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya, serta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan yang mencurigakan kepada orang lain.
Jika menerima pesan yang terlihat janggal seperti menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau verifikasi data, atau menyertakan lampiran dari nomor yang tidak dikenal, nasabah diminta untuk terlebih dahulu memastikan keaslian pengirim sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.
Pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) juga dianjurkan untuk meningkatkan perlindungan pada akses layanan digital.
Jika nasabah sudah terlanjur mengunduh atau memasang file .APK yang mencurigakan, langkah pertama yang disarankan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi tersebut dari perangkat.
Setelah itu, nasabah dianjurkan segera mengganti username, PIN, dan kata sandi akun BRImo maupun email yang terhubung.
Selain itu, pengguna juga dapat melakukan reset setelan pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan tidak ada potensi kendali dari pihak yang tidak dikenal.
Nasabah juga diminta memblokir nomor pengirim jika pesan terindikasi sebagai penipuan serta segera menghubungi layanan Contact BRI di 1500017 apabila menemukan aktivitas mencurigakan.
Saladin menjelaskan bahwa BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal.
“Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” jelasnya.





