swaranusa.co, JAKARTA — Kawasan Kampung Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, terus berbenah pascabanjir yang merendam wilayah tersebut sejak akhir November 2025.
Meski genangan air telah lama surut, jejak dampak banjir akibat cuaca ekstrem masih terlihat di sejumlah titik hingga awal Januari 2026.
Dikutip melalui keterangan pers BNPB, pemerintah daerah bersama masyarakat setempat bergerak melakukan pemulihan kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Kota Kuala Simpang.
Upaya dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan fungsi wilayah serta mencegah potensi banjir susulan.
Baca juga: Pemerintah Perkuat Distribusi Pangan Pascabencana untuk Kendalikan Inflasi
Kerja bersama atau berandanan (gotong royong) mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah jalur yang sebelumnya tertutup lumpur tebal kini sudah dapat kembali diakses masyarakat.
“Namun, tantangan masih tersisa. Saluran drainase di sejumlah titik masih tersumbat sampah dan endapan lumpur, sehingga genangan air kembali muncul saat hujan turun,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan pers, Sabtu (10/1/2025).
Sebagai langkah lanjutan, pada Jumat (9/1/2026) pembersihan difokuskan pada pembukaan dan normalisasi drainase.
Sejumlah alat berat seperti ekskavator dan dump truk dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material penyumbat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang dengan dukungan pembiayaan dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dukungan ini diberikan guna memastikan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Baca juga: Danantara dan PTPP Bangun Hunian Sementara Korban Bencana Aceh
Operator alat berat yang terlibat dalam kegiatan tersebut merupakan putra-putra daerah Aceh Tamiang.
Pemberdayaan tenaga lokal ini menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir.
Dengan semangat gotong royong serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan daerah, Bukit Tempurung diharapkan dapat segera pulih.
Kawasan tersebut diyakini akan bangkit lebih kuat dan tangguh, serta kembali menjadi penggerak utama kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.




