BNPB Instruksikan Percepat Pembangunan Huntara Koto Tinggi Sumbar

Progress pembangunan huntara tahap I di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. /BNPB
Progress pembangunan huntara tahap I di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. /BNPB

swaranusa.co, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginstruksikan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Instruksi tersebut disampaikan langsung Sekretaris Utama BNPB Rustian saat meninjau progres pembangunan di lokasi kemrin, Selasa (6/1/2025).

Kunjungan kerja dilakukan untuk memastikan pembangunan huntara berjalan sesuai target, kebutuhan masyarakat, serta standar kelayakan hunian pascabencana.

Huntara menjadi solusi sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang akibat bencana.

Baca juga: Pemerintah Perkuat Distribusi Pangan Pascabencana untuk Kendalikan Inflasi

Pada tahap I, pembangunan huntara di Nagari Koto Tinggi mencakup 12 barak dengan total 60 unit.

Dari jumlah tersebut, 20 unit telah mencapai progres 50% dan ditargetkan segera dapat ditempati agar aktivitas sosial dan kehidupan masyarakat terdampak dapat kembali berjalan.

Sekretaris Utama BNPB menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntara merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat terdampak bencana.

“Negara hadir dan berkomitmen penuh untuk memastikan masyarakat terdampak segera memiliki tempat tinggal sementara yang layak. Pembangunan huntara harus dipercepat dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan akses terhadap fasilitas dasar,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Rabu (7/1/2025).

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait terus mengoptimalkan koordinasi di lapangan.

Baca juga: Danantara dan PTPP Bangun Hunian Sementara Korban Bencana Aceh

Upaya tersebut meliputi penyediaan material, tenaga kerja, serta pengaturan tata letak huntara agar sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Selain percepatan fisik pembangunan, BNPB juga memberikan perhatian pada pemenuhan fasilitas dasar, seperti sanitasi, ketersediaan air bersih, jaringan listrik, dan akses layanan dasar lainnya guna menjamin kenyamanan dan kesehatan warga selama masa hunian sementara.

“Pemerintah pusat melalui BNPB akan terus mengawal proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh, termasuk memastikan percepatan pembangunan huntara berjalan tepat waktu dan tepat sasaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” jelas Rustian.

Share

Berita Terkait