Autopedia (ASLC) Optimistis Raih Pertumbuhan Ganda Industri Mobil Bekas

Salah satu tempat bisnis lelang milik PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). Perseroan optimistis mencetak pertumbuhan dobel digit 2026 melalui ekosistem lelang dan ritel terintegrasi. /ASLC
Salah satu tempat bisnis lelang milik PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). Perseroan optimistis mencetak pertumbuhan dobel digit 2026 melalui ekosistem lelang dan ritel terintegrasi. /ASLC

swaranusa.co, JAKARTA — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) tetap menatap 2026 dengan optimisme meski industri mobil bekas masih dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat dan dinamika pasar.

Perseroan menegaskan strategi penguatan ekosistem bisnis lelang dan ritel kendaraan bekas yang dijalankan secara terintegrasi sebagai kunci menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

ASLC mengoperasikan ekosistem otomotif yang mencakup bisnis lelang melalui PT JBA, penjualan ritel mobil bekas lewat Caroline.id, layanan pegadaian kendaraan MotoGadai, serta platform pendukung Cartalog.

Integrasi ini memungkinkan Perseroan menghadirkan layanan jual beli kendaraan bekas secara online maupun offline bagi seluruh segmen konsumen.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Jany Candra mengatakan bahwa berbekal ekosistem bisnis yang terdiri dari JBA, Caroline.id, MotoGadai, dan Cartalog, ASLC terus membangun ekosistem jual beli kendaraan bekas baik secara online maupun offline untuk semua segmen konsumen.

“Dalam hal ini, kami terus mengedepankan visi menjadi omni channel marketplace terpercaya untuk otomotif,” katanya melalui keterangan pers, Rabu (28/1/2026)

Dengan fondasi ekosistem yang dinilai solid, ASLC meyakini kinerja bisnis pada 2026 akan semakin membaik.

Perseroan optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan dobel digit seiring masih terbukanya potensi jangka panjang industri mobil bekas di Indonesia.

Kinerja 2025 dan Peran Strategis JBA

Sepanjang 2025, hingga kuartal III, ASLC membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% secara tahunan (YoY) menjadi Rp713,0 miliar.

Dari total tersebut, lini bisnis lelang melalui JBA menyumbang pendapatan Rp201,8 miliar.

Volume lelang tercatat melampaui 92.000 unit, mencerminkan stabilnya kinerja bisnis lelang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai unit bisnis lelang, JBA dikenal sebagai balai lelang mobil bekas terbesar di Indonesia dengan pengalaman lebih dari satu juta transaksi sejak berdiri pada 2011.

JBA memiliki jaringan nasional yang luas dengan total 39 lokasi di seluruh Indonesia, terdiri dari 15 cabang dan 24 hub.

Jaringan tersebut memungkinkan ASLC menjangkau pasar yang lebih luas dan melayani kebutuhan pelanggan lintas daerah.

Saat ini, JBA memiliki lebih dari 90.000 pembeli lelang aktif. Dukungan kemitraan dengan lebih dari 400 perusahaan serta sekitar 7.000 dealer mobil bekas turut memperkuat volume transaksi lelang yang stabil dan berkesinambungan.

Chief Executive Officer JBA Indonesia Kazuhiro Shioyama menjelaskan bahwa JBA memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas layanan lelang melalui inovasi digital dan perluasan jaringan.

“Harapannya, hal itu akan mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif nasional yang lebih transparan dan berkelanjutan,” jelasnya.

Share

Berita Terkait