swaranusa.co, JAKARTA — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama PT Telkom Indonesia resmi membentuk Satgas Akselerasi Legalisasi dan Penyelesaian Kasus Aset Tanah Telkom 2026.
Pembentukan satuan tugas tersebut ditandai dengan penandatanganan surat keputusan Bersama yang disaksikan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini di Gedung Telkom Hub kemarin, Jakarta, Jumat (20/02/2026).
“Aset negara penting untuk kita amankan dan selamatkan karena berkaitan dengan ketertiban dan tata kelola. Kehadiran Satgas ini diharapkan dapat membantu PT Telkom Indonesia dalam mewujudkan tata kelola yang baik atas urusan pertanahannya,” kata Ossy dikutip melalui keterangan pers.
Dari pihak ATR/BPN, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Asnaedi serta Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP) Iljas Tedjo Prijono.
Sementara dari Telkom Indonesia diwakili Direktur Legal & Compliance Andy Kelana dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Arthur Angelo.
Satgas tersebut memiliki ruang lingkup kerja mulai dari percepatan proses sertifikasi tanah Telkom Indonesia, baik penerbitan sertipikat baru, pembaruan, perpanjangan, hingga peningkatan hak atas tanah.
Selain itu, Satgas juga akan mendukung penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan yang melibatkan aset perusahaan.
Satgas yang mulai berlaku sejak 20 Februari 2026 ini akan bertugas hingga 19 Februari 2027.
Ossy berharap kehadiran Satgas mampu memperkuat koordinasi, komunikasi, serta strategi penanganan aset secara lebih terintegrasi.
“Dulu masing-masing regional mengurus ke Kantor Pertanahan masing-masing daerah, kalau sekarang lebih sistematis, tujuan ataupun sasaran-sasarannya pun sudah ditentukan. Harapannya adalah seluruh aset-aset Telkom dapat tersertipikatkan, yang bermasalah di luar ranah pengadilan bisa kita selamatkan,” jelasnya.
Dian menyampaikan apresiasi atas dukungan ATR/BPN dalam upaya penyelamatan aset perusahaan.
“Melalui Satgas ini mudah-mudahan target tercapai, kita bisa mengambil langkah dengan berani, terobosan inovatif dan bertindak tegas dalam melindungi aset yang kita miliki,” katanya.





