JAKARTA — Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan 2025 di Lapangan Terbuka, Jalan Yos Sudarso, Sunter Jaya, Tanjung Priok.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Keputusan Gubernur Nomor 977 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Jaga Jakarta, sekaligus merespons kondisi cuaca ekstrem yang kini melanda kawasan pesisir utara ibu kota.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat selaku pembina apel mengatakan bahwa ancaman cuaca ekstrem harus diwaspadai.
“Curah hujan tinggi, potensi banjir rob, angin kencang hingga gelombang pasang merupakan ancaman nyata yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, merusak infrastruktur dan mengancam keselamatan warga,” katanya dikutip melalui situs Pemprov DKI Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Hendra menjelaskan bahwa Jakarta Utara menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak perubahan cuaca, terutama permukiman padat, kawasan pesisir, serta daerah rendah yang sangat bergantung pada pompa dan drainase.
Oleh karena itu, Hendra meminta seluruh personel meningkatkan kecepatan respons, memastikan kelayakan sarana dan prasarana, meningkatkan kapasitas personel, memperkuat koordinasi, dan mengedukasi masyarakat.
“Bencana hidrometeorologi tidak dapat kita hentikan, tetapi dengan kesiapsiagaan dan kerja sama yang kuat, kita meminimalkan risikonya dan melindungi masyarakat sebaik-baiknya,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan personel untuk selalu mengutamakan keselamatan selama bertugas.
“Dengan koordinasi dan kualitas penanganan bencana yang cepat dan sigap, hasilnya bisa semakin optimal. Sehingga keselamatan warga dapat terjaga di tengah meningkatnya potensi,” bebernya.
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Utara Budi Haryono menambahkan bahwa apel ini melibatkan 500 personel sebagai simbol komitmen menjaga keselamatan masyarakat.
Dia menyebut seluruh tim telah disiapkan menghadapi potensi bencana, termasuk pengecekan sarana prasarana, pemetaan titik rawan, dan penguatan koordinasi lintas instansi.
“Kami siap bergerak cepat kapan pun diperlukan. Bahkan seluruh anggota dalam kondisi siap siaga, baik untuk penanganan kebakaran maupun penyelamatan pada situasi darurat lainnya,” tandasnya. (PRB)



