swaranusa.co, JAKARTA — Di tengah percepatan digitalisasi, ancaman kebocoran data pribadi semakin meningkat. Ini tidak hanya bersumber dari kelemahan sistem institusi, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari masyarakat yang sering kali tidak disadari.
Data pribadi yang bocor kerap dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan, mulai dari pendaftaran pinjaman online tanpa izin pemilik data hingga pembobolan rekening bank.
Situasi ini menjadi perhatian serius bagi VIDA, perusahaan penyedia solusi identitas digital dan pencegahan penipuan di Indonesia, yang menilai bahwa perlindungan data harus dimulai dari peningkatan kesadaran individu.
Menjawab tantangan tersebut, VIDA meluncurkan gerakan literasi publik bertajuk #VIDAJagaKalian.
Ini adalah sebuah kampanye edukatif yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan data pribadi melalui isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kampanye tersebut sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan baru agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan data.
Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan bahwa faktor manusia memegang peranan penting dalam maraknya kebocoran data.
“Sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga oleh kelalaian individu. Tanpa disadari, kebiasaan sederhana dapat membuka risiko penyalahgunaan data,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Sabtu (24/1/2026).
Niki menjelaskan bahwa melalui kampanye yang sedang dijalankan, VIDA berkomitmen membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan agar data pribadi senantiasa terlindungi.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, VIDA menghadirkan kolaborasi bertema “Tukang Gorengan Jadi Tahu” dengan melibatkan penjual gorengan sebagai simbol keseharian masyarakat.
Inisiatif ini menyoroti risiko penggunaan dokumen pribadi, seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan dokumen lainnya, sebagai pembungkus makanan.
Praktik yang kerap dianggap sepele ini dinilai berpotensi membuka celah penyalahgunaan data apabila dokumen jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
Rangkaian aktivasi kampanye dapat dikunjungi di kawasan MRT Dukuh Atas pada 22–25 Januari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat menikmati aneka gorengan khas Indonesia secara gratis sembari mengikuti pengalaman edukatif interaktif mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi.
Pengunjung juga diperkenalkan dengan berbagai solusi VIDA untuk melindungi identitas digital dari risiko penipuan.
Menurut Niki, edukasi akan lebih efektif jika dekat dengan realitas masyarakat.
Oleh karena itu, VIDA memilih pendekatan yang membumi agar pesan perlindungan data tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan.
“Harapannya, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membangun budaya menjaga data pribadi dalam jangka panjang,” jelasnya.





