swaranusa.co, JAKARTA — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) secara resmi memperkenalkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 sebagai simbol perjalanan tujuh tahun membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada dampak nyata bagi bangsa.
Peluncuran logo ini menjadi penanda konsistensi Gekrafs dalam mendorong peran ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan nasional.
Mengusung tema “Tujuh Tahun Tumbuh: Aksi Kreasi Peduli Negeri”, logo HUT ke-7 Gekrafs mencerminkan semangat kolektif para pelaku industri kreatif Tanah Air untuk terus berkembang melalui kolaborasi, inovasi, dan kebersamaan.
Tema ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif harus diiringi dengan kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.
Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menyampaikan bahwa peringatan tujuh tahun Gekrafs bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan momen refleksi atas kontribusi nyata ekonomi kreatif bagi Indonesia.
“Tujuh tahun Gekrafs adalah fase pematangan gerakan. Logo dan tema HUT ke-7 ini menegaskan bahwa ekonomi kreatif harus terus tumbuh melalui aksi nyata menciptakan lapangan kerja, membuka peluang usaha, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan bangsa,” katanya melalui keterangan pers, Minggu (18/1/2026).
Kawendra juga menegaskan komitmen Gekrafs untuk terus memperkuat perannya sebagai ruang kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah.
Menurutnya, sinergi tersebut penting agar potensi ekonomi kreatif Indonesia dapat tumbuh berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat global.
Ketua Panitia HUT ke-7 Gekrafs Octaviani Putri Pertiwi menjelaskan bahwa konsep visual logo dirancang dengan filosofi yang merepresentasikan semangat kebersamaan dan keberagaman ekosistem kreatif nasional.

“Logo HUT ke-7 Gekrafs tidak hanya menjadi identitas visual perayaan, tetapi juga simbol perjalanan kolektif komunitas kreatif di seluruh Indonesia. Setiap elemen menggambarkan kolaborasi, inovasi, dan kepedulian terhadap negeri sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi kreatif,” jelas Octaviani.
Secara visual, angka “7” menggambarkan fase kematangan dan keberlanjutan Gekrafs sebagai sebuah gerakan nasional.
Beragam ikon di dalamnya melambangkan luasnya subsektor ekonomi kreatif, mulai dari film, musik, fesyen, seni rupa, fotografi, literasi, hingga inovasi digital.
Ilustrasi jabat tangan merepresentasikan nilai gotong royong dan solidaritas lintas generasi, sektor, serta wilayah.
Dominasi warna biru mencerminkan optimisme, kepercayaan, dan pandangan ke masa depan, sementara sentuhan warna kuning menggambarkan kreativitas, energi, dan harapan.
Gaya watercolor pada logo mempertegas dinamika serta kemampuan adaptasi insan kreatif dalam menghadapi perubahan zaman.
Melalui peluncuran logo dan tema HUT ke-7 ini, Gekrafs mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk terus bertumbuh bersama, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi negeri.





