swaranusa.co, JAKARTA — Pemerintah melalui KAI Grup memperpanjang Commuter Line Surabaya-Pasuruan (Supas) menjadi hingga Probolinggo.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan bahwa sejak mulai mengoperasikan layanan Commuter Line di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada 2022, KAI Commuter secara konsisten mendukung pengembangan layanan perkeretaapian di kawasan Surabaya Raya.
Upaya ini diarahkan untuk memperluas akses transportasi publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan adanya penambahan lintas layanan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat di wilayah Jawa Timur,” katanya melalui keterangan pers, Jumat (16/1/2026).
Saat ini, Commuter Line Supas mencatat rata-rata volume pengguna sebanyak 4.417 orang per hari atau sekitar 130.000–140.000 penumpang per bulan.
Rencana perpanjangan layanan hingga Kota Probolinggo diyakini akan meningkatkan tingkat okupansi kereta tersebut.
Dalam rangka pengembangan layanan, KAI Commuter tengah melakukan pembahasan intensif dengan berbagai pihak terkait mengenai rencana perpanjangan lintas pelayanan Commuter Line menuju Probolinggo.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dan KAI Commuter untuk memperluas jangkauan layanan KA Lokal bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO), yang saat ini masih berakhir di Stasiun Pasuruan.
Karina menjelaskan bahwa pemanjangan layanan akan diterapkan pada operasional Commuter Line Supas.
“Lintas pelayanan Commuter Line akan diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo, dengan jarak tempuh dari 63 km menjadi 101 km,” jelas Karina.
Ke depan, rute Commuter Line Supas yang saat ini melayani relasi Surabaya–Pasuruan akan diperluas menjadi Surabaya–Pasuruan–Probolinggo.
Rencana ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung sektor pariwisata, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di Jawa Timur.
Berdasarkan survei yang dilakukan KAI Commuter, rencana perpanjangan ini mendapatkan respons sangat positif dari masyarakat.
Tingkat minat warga Probolinggo untuk menggunakan layanan Commuter Line bahkan mencapai 100%.
Potensi akuisisi pengguna di Stasiun Probolinggo diperkirakan mencapai 304 orang per hari.
“Stasiun Probolinggo dinilai memiliki potensi tertinggi karena lokasinya yang strategis di pusat kota, dekat dengan kawasan industri, perkantoran, sekolah, serta destinasi wisata,” tambah Karina.
Dari sisi prasarana, Stasiun Probolinggo saat ini memiliki empat jalur pelayanan dan dua jalur stabling.
Sejumlah peningkatan fasilitas pendukung juga direncanakan, seperti penambahan kanopi di area peron, perluasan ruang tunggu, serta penambahan petugas operasional, mulai dari loket, pengamanan, hingga kebersihan, guna memastikan kualitas pelayanan bagi pengguna.
“KAI Commuter berharap perpanjangan layanan Commuter Line dan perluasan jangkauan ini dapat segera terwujud guna memberikan solusi transportasi publik yang lebih efisien dan terintegrasi bagi masyarakat Jawa Timur,” tutur Karina.
Untuk menjaga keterjangkauan tarif, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan akan memberikan subsidi PSO pada layanan Commuter Line tersebut.
Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo juga dilakukan guna mewujudkan integrasi dengan transportasi lokal sebagai moda lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.
“Kami mohon dukungan agar rangkaian proses persiapan operasional layanan KA ini dapat berjalan lancar sehingga KA ini dapat segera dinikmati oleh masyarakat yang ingin bepergian dari Surabaya menuju Probolinggo maupun sebaliknya,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar.





