HUT ke-7 Gekrafs Digelar dengan Doa Bersama di Huntara Sumbar

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memilih cara sederhana namun penuh makna dalam memperingati hari ulang tahunnya yang ke-7 pada 22 Januari. /Gekrafs
Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memilih cara sederhana namun penuh makna dalam memperingati hari ulang tahunnya yang ke-7 pada 22 Januari. /Gekrafs

swaranusa.co, JAKARTA — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memilih cara sederhana namun penuh makna dalam memperingati hari ulang tahunnya yang ke-7 pada 22 Januari.

Alih-alih menggelar perayaan seremonial, Gekrafs melaksanakan doa bersama di hunian sementara (huntara) bersama warga pengungsian terdampak bencana di Sumatera Barat.

Peringatan ini mencerminkan arahan Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian yang menekankan bahwa momentum ulang tahun organisasi seharusnya disertai empati serta keberpihakan kepada masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan, terutama mereka yang terdampak bencana.

Sekretaris Jenderal DPP Gekrafs Temi Sumarlin mengatakan bahwa peringatan HUT ke-7 memang dirancang tanpa kemeriahan, dengan menitikberatkan pada nilai kebersamaan dan doa sebagai bentuk solidaritas.

“Kami ingin di usia ke-7 ini Gekrafs bermakna dengan doa dan kebersamaan. Kita semua tau kondisi saudara kita di huntara belum sepenuhnya pulih dan masih butuh rangkulan kita semua,” katanya melalui keterangan pers, Kamis (15/1/2026).

Temi menjelaskan bahwa sejak awal Gekrafs berkomitmen membawa nilai kebermanfaatan sosial, dengan ekonomi kreatif sebagai sarana untuk menumbuhkan harapan, memperkuat kemandirian, dan membangun kembali kehidupan masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua Panitia HUT ke-7 Gekrafs Octaviani menyampaikan bahwa pemilihan lokasi peringatan di kawasan pengungsian merupakan simbol nyata solidaritas dan kepedulian organisasi terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Kami ingin ulang tahun Gekrafs menjadi ruang berbagi harapan. Melalui doa bersama di huntara, kami menguatkan kembali komitmen Gekrafs untuk selalu hadir dan berjalan bersama masyarakat,” jelasnya.

Selain doa bersama, rangkaian kegiatan HUT ke-7 Gekrafs juga diisi dengan penyaluran bantuan kemanusiaan serta berbagai aktivitas kreatif yang melibatkan anak-anak dan warga pengungsian.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan keceriaan sekaligus semangat pemulihan bagi para korban bencana.

Share

Berita Terkait