Wamendiktisaintek Tinjau Lahan Sekolah Garuda di Sumbawa

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie saat meninjau kesiapan dua lokasi calon lahan Sekolah Garuda di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/1/2026). /Kemendiktisaintek
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie saat meninjau kesiapan dua lokasi calon lahan Sekolah Garuda di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/1/2026). /Kemendiktisaintek

swaranusa.co, JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat komitmen pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui Program Hasil Terbaik Cepat Sekolah Garuda.

Komitmen tersebut ditunjukkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie saat meninjau kesiapan dua lokasi calon lahan Sekolah Garuda di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (8/1/2026).

Dalam pertemuan bersama Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Mohamad Ansori, Stella mengatakan bahwa Sekolah Garuda merupakan wujud keseriusan Presiden Republik Indonesia dalam memastikan setiap anak bangsa, tanpa memandang latar belakang sosial dan wilayah, memperoleh pendidikan yang bermutu dan berdaya saing global.

“Sekolah Garuda diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Presiden memiliki komitmen kuat agar anak-anak bangsa mendapatkan pendidikan yang layak, setara, dan unggul,” katanya dikutip melalui situs Kemendiktisaintek, Jumat (9/1/2025).

Melalui Sekolah Garuda, pemerintah menargetkan lahirnya lulusan berprestasi yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca juga: Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Siap Sambut Ramadan

Untuk mencapai tujuan tersebut, siswa akan dibekali kurikulum pengayaan yang mengacu pada kurikulum nasional yang diperkaya International Baccalaureate (IB), dengan penekanan pada penguatan akademik, karakter, berpikir kritis, dan riset.

Sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan akses, pemerintah menetapkan kebijakan bahwa minimal 80% siswa Sekolah Garuda akan menerima beasiswa penuh, sehingga siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan unggulan.

“Sekolah Garuda ini diperuntukkan bagi mereka yang sebelumnya tidak bisa mengenyam pendidikan berkualitas. Program ini merupakan kesinambungan kebijakan Presiden, mulai dari Sekolah Rakyat hingga Sekolah Garuda bagi siswa paling berprestasi yang membutuhkan dukungan sarana,” jelas Stella.

Bangun Potensi Daerah

Sebagian besar Sekolah Garuda dirancang dibangun di kota kecil dan wilayah pedesaan, termasuk Sumbawa.

Menurut Stella, kebijakan ini bertujuan agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar, sekaligus mengembangkan empati, kepemimpinan, serta pemahaman terhadap keberagaman sosial dan potensi lokal.

“Melalui kegiatan riset dan interaksi sosial, para siswa diharapkan ikut membantu pengembangan potensi daerahnya. Ini penting untuk membangun karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto juga menyiapkan beasiswa luar negeri bagi lulusan Sekolah Garuda yang berprestasi dan membutuhkan, sebagai jembatan untuk menempuh pendidikan di kampus terbaik dunia.

Sekolah Garuda akan dikembangkan melalui dua skema, yakni Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi.

Pada skema transformasi, pemerintah memberikan pembinaan kepada sekolah berprestasi agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas peluang siswanya diterima di perguruan tinggi internasional.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi atas rencana pembangunan Sekolah Garuda di wilayahnya.

Dia menilai program ini akan menjadi tonggak penting peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Sumbawa.

“Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Sumbawa. Ini peluang besar bagi anak-anak Sumbawa mengakses pendidikan unggul tanpa harus meninggalkan daerah sejak usia dini,” katanya.

Baca juga: ATR/BPN Pastikan Tanah Bergirik Tetap Aman dan Bisa Disertifikatkan

Jarot menambahkan, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan dua lokasi lahan hibah untuk pembangunan Sekolah Garuda serta siap bersinergi dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, air, dan listrik.

Terkait jadwal, Stella menjelaskan bahwa Sumbawa masuk tahap kedua pembangunan Sekolah Garuda.

Pembangunan direncanakan dimulai pada 2026 dan ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027, sehingga dapat menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027/2028.

Saat ini, pemerintah telah memulai pembangunan empat Sekolah Garuda baru di Belitung Timur, Soe (NTT), Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara, yang ditargetkan siap menerima siswa pada tahun ajaran 2026.

“Visi Presiden adalah membuka akses seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa, apa pun latar belakangnya, untuk mendapatkan pendidikan terbaik, khususnya di bidang STEM. Fondasi ini harus dibangun sejak jenjang SMA,” pungkas Stella.

Share

Berita Terkait