swaranusa.co, JAKARTA — Persaingan industri busana muslim di Indonesia kian kompetitif seiring masuknya berbagai merek lokal dan internasional.
Di tengah kondisi tersebut, UMKM busana muslim YUSUF.IND asal Tangerang berhasil membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing hingga ke pasar global berkat diferensiasi desain dan pendekatan sustainability fashion.
YUSUF.IND didirikan oleh Hendra Mochamad Yusuf pada 2022 dengan visi membangun identitas brand yang kuat sekaligus menjawab isu limbah fesyen dan dampak fast fashion terhadap lingkungan.
Melalui brand ini, Yusuf mengusung konsep busana muslim modern yang mengedepankan nilai keberlanjutan.
“Banyak produk lokal sebenarnya bagus, tetapi tidak punya positioning yang kuat. Untuk itu YUSUF.IND hadir untuk menjawab semua tantangan dengan mengangkat sustainability fashion dan menghadirkan desain modern,” katanya dikutip melalui siaran pers, Minggu (4/1/2025).
Ciri khas YUSUF.IND terletak pada penggunaan tenun Baduy yang dipadukan dengan desain modern, elegan, serta sentuhan Arabic look.
Palet warna dipilih secara simbolik, mulai dari hitam elegan, biru khas Baduy, hingga warna-warna bumi.
Setiap koleksi membawa narasi budaya suku Baduy yang memperkuat identitas merek sekaligus mendukung pelestarian budaya dan promosi wisata lokal.
Tak hanya fokus pada desain, YUSUF.IND juga berkomitmen pada keberlanjutan sosial dengan memberdayakan penjahit lokal serta memanfaatkan limbah kain menjadi produk turunan bernilai tambah.
Dalam kurun dua tahun, produk YUSUF.IND telah dipasarkan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, Palembang, Samarinda, hingga Yogyakarta.
Bahkan, brand ini mulai merambah pasar internasional melalui pengiriman berbasis pesanan ke Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Hong Kong.
“Penjualan dilakukan melalui jaringan reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian, kita optimalkan di marketplace dan media sosial. Saat ini kapasitas produksi YUSUF.IND mencapai 200–400 pcs per bulan dan omzet meningkat signifikan saat musim Ramadan,” jelas Yusuf.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari pendampingan BRI. Pada 2023, YUSUF.IND bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta, kemudian aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program pemberdayaan BRI, termasuk Growpreneur by BRI 2024.
Melalui ekosistem tersebut, Yusuf memperoleh pelatihan branding, pengelolaan keuangan, persiapan ekspor, hingga kesempatan mengikuti pameran seperti BRI UMKM EXPO(RT) untuk memperluas jejaring buyer dan mentor bisnis.
“Pendampingan BRI membantu kami meningkatkan kualitas manajemen usaha sekaligus memperluas eksposur produk ke pasar yang lebih luas. Kami juga mendapatkan peluang pembiayaan untuk scale-up usaha. Ini sangat berarti bagi perkembangan jangka panjang YUSUF.IND,” ungkapnya.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan komitmen BRI dalam mendukung UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar global.
“BRI berkomitmen mendukung UMKM melalui pendampingan, pelatihan, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar. Upaya ini kami jalankan secara berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing sampai ke level global,” ujarnya. (PRB)





