Menhub Pastikan Gerak Cepat Pulihkan Transportasi Pascabencana Sumatra

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. /Kemenhub
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. /Kemenhub

JAKARTA — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat dalam proses pemulihan infrastruktur transportasi pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatra di Banda Aceh kemarin, Selasa (30/12/2025).

Dalam rapat yang dihadiri pimpinan DPR serta kepala daerah terdampak bencana, Menhub mengatakan bahwa Kemenhub telah menyiapkan alokasi anggaran untuk mendukung perbaikan infrastruktur transportasi yang rusak, khususnya jaringan jalan nasional.

“Kami sudah menghitung dan mengalokasikan di anggaran kami. Insyaallah begitu jalan-jalan nasional sudah terbuka kami segera melakukan perbaikan,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Rabu (31/12/2025).

Dudy menjelaskan bahwa dampak bencana terhadap infrastruktur bandara dan pelabuhan relatif terbatas.

Kerusakan paling signifikan justru terjadi pada sektor transportasi darat dan perkeretaapian, terutama akibat banjir dan longsor yang merusak jalur rel.

“Terkait kereta api, kami masih melakukan survei karena dampaknya cukup parah. Kami hitung lagi perkiraan kebutuhan dana karena banyak rel kereta yang sudah tersapu air,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dudy juga membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah terdampak, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan transportasi darurat.

“Kami dengan sangat terbuka bekerja sama apabila dibutuhkan, misalnya kebutuhan kapal atau penerbangan, silakan ajukan. Kami akan bantu semaksimal mungkin,” tegas Menhub.

Sebagai bagian dari penanganan pascabencana, Kemenhub telah mengerahkan dukungan lintas moda transportasi.

Di sektor transportasi darat, langkah yang dilakukan antara lain distribusi bantuan logistik ke satuan pelayanan terdampak, pengoperasian angkutan jalan dan penyeberangan perintis, perbaikan fasilitas terminal, serta pemanfaatan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai rest area sementara akibat terputusnya akses jalan.

Pada sektor transportasi laut, Kemenhub mengoperasikan kapal kenavigasian, kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), angkutan laut dan perintis, serta mendukung pengiriman barang dan logistik bersama para pemangku kepentingan.

Selain itu, posko darurat penggalangan bantuan bencana alam juga telah dibentuk di sejumlah titik.

Dukungan transportasi udara turut dioptimalkan melalui pengoperasian pesawat dan helikopter, penambahan rute penerbangan seperti Rembele–Medan, Banda Aceh–Rembele, Banda Aceh–Gayo Luwes, serta Medan–Gayo Luwes.

Kemenhub juga mendirikan posko bantuan dan menyiapkan pesawat Balai Kalibrasi untuk mempercepat distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Sementara itu, di sektor perkeretaapian, Kemenhub telah melakukan penanganan pada beberapa ruas jalur kereta api di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Saat ini, jalur-jalur tersebut dilaporkan telah kembali beroperasi secara normal. (PRB)

Share

Berita Terkait