Menkeu Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8% Demi Serap Tenaga Kerja

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. /Kemenkeu-Wismu Nanda
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. /Kemenkeu-Wismu Nanda

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan sejumlah strategi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Menkeu menekankan pentingnya perencanaan ekonomi jangka panjang yang didukung oleh kolaborasi kuat antara sektor publik dan swasta.

Dia menyebut target pertumbuhan ekonomi 5,4% dalam APBN 2026 masih belum cukup untuk menyerap lonjakan pencari kerja.

Menurutnya, Indonesia perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi hingga mencapai 8% dalam beberapa tahun mendatang.

Upaya tersebut akan dilakukan dengan menggerakkan berbagai sektor ekonomi agar kembali produktif dan berkontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional.

Menkeu menjelaskan bahwa masyarakat akan merasakan langsung manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang stabil, mulai dari harga kebutuhan pokok yang terjangkau hingga terbukanya lebih banyak lapangan kerja.

Dampak langsung tersebut dinilai menjadi indikator penting keberhasilan kebijakan ekonomi pemerintah.

Meski mengakui adanya tantangan dalam mengubah sistem ekonomi yang belum optimal, Menkeu Purbaya tetap optimistis Indonesia mampu melampaui target pertumbuhan 5,4% pada 2026.

Salah satu kuncinya adalah mengaktifkan kembali sektor-sektor ekonomi yang selama ini stagnan.

Dia juga menegaskan pentingnya penguatan sektor strategis seperti manufaktur, pertanian, dan energi, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Pasar modal disebut sebagai pilar penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Fokus saya adalah menjaga fondasi perekonomian. Capital market akan ikut karena size of company akan bertumbuh juga,” katanya saat dialog di televisi dikutip melalui situs Kemenkeu, Kamis (18/12/2025).

Menutup dialog tersebut, Menkeu menyampaikan optimisme bahwa Indonesia berpeluang menjadi negara maju dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.

Dengan kebijakan fiskal yang tepat dan pengelolaan ekonomi yang konsisten, Indonesia diyakini mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah dan mencapai kesejahteraan yang lebih merata. (PRB)

Share

Berita Terkait