JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional, termasuk menjadikan Papua sebagai wilayah swasembada pangan paling lambat dalam tiga tahun ke depan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan pers di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/12/2025).
“Masalah Papua itu kita akan swasembadakan Papua paling lambat tiga tahun. Kalau bisa dua tahun selesai,” katanya dikutip melalui situs Kemensesneg, Kamis (18/12/2025).
Amran menjelaskan bahwa kebutuhan beras di Papua saat ini mencapai sekitar 660.000 ton per tahun, sementara produksi lokal baru berada di kisaran 120.000 ton.
Untuk menutup kesenjangan tersebut, pemerintah akan melakukan pencetakan sawah baru secara masif di sejumlah wilayah Papua.
“Nah, 500.000 ton membutuhkan sawah 100.000 ton. Kita sudah bagi Papua Selatan, Papua, dan Papua Barat. Bahkan 6 provinsi juga memohon untuk cetak sawah,” jelasnya.
Menurutnya dengan pencetakan sawah seluas 100.000 hektare, target swasembada pangan Papua dapat dicapai dalam waktu maksimal 3 tahun, bahkan berpotensi lebih cepat.
“Insyaallah, paling 3 tahun, bisa jadi 3 tahun selesai 100.000 sehingga Papua adalah swasembada pangan,”lanjutnya.
Lebih jauh, Amran menyampaikan visi besar pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Dia menekankan pentingnya swasembada pangan di setiap pulau guna mengurangi ketergantungan distribusi antarwilayah yang kerap memicu tekanan inflasi.
“Mimpi kita adalah seluruh pulau-pulau, Kalimantan sudah, Sulawesi sudah, Sumatra sudah swasembada, Jawa surplus,” terangnya.
Amran menambahkan bahwa swasembada pangan nasional akan menjadi solusi permanen dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi.
“Mimpi kita, seluruh Indonesia swasembada pangan sehingga dia ngangkut (logistik), itu tidak ada diangkut antara pulau. Dan ini adalah solusi permanen masalah inflasi,” ujarnya.
Selain beras, pemerintah juga akan mengoptimalkan potensi pangan lokal Papua dengan merevitalisasi industri sagu.
Mentan memastikan pabrik sagu di Sorong akan kembali diaktifkan guna mendukung diversifikasi pangan daerah.
“Kemudian tadi ada perbaikan pabrik sagu. Kita akan selesaikan di Sorong. Kita akan aktifkan kembali,” pungkas Mentan. (PRB)





