JAKARTA — Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku susu yang masih mencapai 80%. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.
Isu tersebut mencuat dalam kunjungan kerja Komisi IV ke peternakan PT Greenfields Indonesia di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pekan lalu Kamis (11/12/2025).
Titiek mengatakan bahwa ketahanan pangan seharusnya tidak hanya difokuskan pada komoditas beras dan jagung. Menurutnya, susu merupakan sumber protein strategis yang hingga kini belum memperoleh perhatian serius dari pemerintah.
“Fakta menunjukkan bahwa 80% kebutuhan bahan baku susu nasional masih dipenuhi melalui impor. Situasi ini diperburuk oleh wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menurunkan populasi sapi perah dalam negeri,” katanya dikutip melalui situs DPR, Senin (15/12/2025).
Titiek menjelaskan bahwa lemahnya produksi susu nasional mencerminkan perlunya kebijakan yang lebih terintegrasi untuk memperkuat industri persusuan dari hulu ke hilir.
Wakil Ketua Komisi IV Panggah Susanto mengungkapkan bahwa kontribusi produsen susu dalam negeri masih terbatas. Dia mencontohkan PT Greenfields Indonesia yang telah beroperasi sejak 1997 baru mampu memenuhi sekitar 14% kebutuhan susu nasional.
“Harus ada intervensi kebijakan agar impor susu dapat dikurangi secara bertahap. Produk yang masuk ke Indonesia mayoritas berupa susu bubuk, sementara fresh milk produksi lokal sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, dominasi impor susu bubuk juga berpotensi melemahkan peternak sapi perah lokal yang seharusnya menjadi tulang punggung produksi susu segar nasional.
Panggah menegaskan bahwa Komisi IV DPR akan mengoptimalkan fungsi pengawasan untuk mendorong langkah-langkah konkret dalam menekan ketergantungan impor.
Selain itu, pihaknya siap mengevaluasi regulasi yang dinilai menghambat investasi dan pengembangan industri persusuan nasional.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian pangan, khususnya pada sektor susu sebagai sumber protein penting bagi masyarakat. (PRB)





