JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Pusat Tunas Indonesia Raya (PP Tidar) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan bahwa perjuangan kader tidak dilakukan secara musiman atau hanya aktif menjelang momentum politik tertentu.
Setelah pemilihan presiden, kader Tidar tetap dituntut hadir di tengah masyarakat dan mengawal agenda pemerintahan agar program Presiden Prabowo Subianto berjalan optimal.
Pernyataan tersebut disampaikan Rahayu dalam rapat perkenalan dan orientasi Pengurus Pusat Tidar periode 2025–2030 yang berlangsung di Aula Lantai 4 DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/12/2025).
Rahayu mengingatkan bahwa waktu efektif dalam kerja-kerja politik sangat terbatas. Oleh karena itu, para kader diminta memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk meningkatkan kapasitas diri dan memaksimalkan peran di organisasi.
“Tidak terasa 2029 sudah di depan mata. Waktu efektif kita kemungkinan hanya sekitar 2 tahun. Menjelang 2029, kita akan fokus memenangkan Partai Gerindra,” katanya melalui keterangan pers, Minggu (14/12/2025).
Rahayu juga menekankan pentingnya sinkronisasi agenda kerja antara pengurus pusat dan daerah agar program organisasi berjalan efektif dan tidak sekadar bersifat seremonial. Kader diminta fokus pada program yang realistis dan dapat dieksekusi.
Sekretaris Jenderal PP Tidar Rocky Candra menilai para kader perlu lebih aktif merespons isu-isu yang berpotensi memojokkan pemerintah. Menurutnya, kader harus bersikap kritis sekaligus responsif terhadap dinamika informasi di ruang publik.
Rocky juga menyampaikan komitmennya untuk mengawal kaderisasi dan keanggotaan Tidar secara berkelanjutan. Pembinaan kader, harus dilakukan secara sistematis agar siap diajukan sebagai calon legislatif maupun kandidat kepala daerah pada pemilihan mendatang. (PRB)





