Penyaluran Kredit BRI Tembus Rp1.646 Triliun Semester I/2026, Melampaui Rata-Rata Nasional

Direktur Utama BRI Hery Gunardi. BRI membukukan penyaluran kredit Rp1.646 triliun pada Triwulan II 2026, tumbuh 16,2% YoY. Rasio NPL membaik menjadi 2,9% dan CASA naik ke 67,6%.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. BRI membukukan penyaluran kredit Rp1.646 triliun pada Triwulan II 2026, tumbuh 16,2% YoY. Rasio NPL membaik menjadi 2,9% dan CASA naik ke 67,6%.

swaranusa.co, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan lonjakan penyaluran kredit hingga akhir semester I/2026.

Total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.646 triliun, tumbuh 16,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.417 triliun.

Capaian ini melampaui laju pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang berada di angka 12,7% YoY.

Penyampaian kinerja tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Hery mengatakan bahwa pertumbuhan penyaluran kredit ini membuktikan fungsi intermediasi BRI yang solid dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, sekaligus hasil nyata dari agenda transformasi yang berkesinambungan.

“Berbagai agenda transformasi BRI bukan hanya rencana strategis ke depan, melainkan juga sudah kami eksekusi dan menunjukkan hasil yang positif terhadap kinerja BRI. Bisnis tumbuh semakin kuat, intermediasi meningkat, rasio kredit bermasalah menurun dan pada saat yang sama pertumbuhan tersebut mampu kami konversikan menjadi peningkatan profitabilitas,” katanya.

Akselerasi kredit tersebut mengerek total aset BRI menjadi Rp2.352 triliun, atau tumbuh 11,7% YoY.

Dari sisi likuiditas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp1.581 triliun, meningkat 6,7% YoY dari posisi Rp1.482 triliun pada Triwulan II 2025.

Struktur pendanaan BRI juga makin sehat, ditandai oleh kenaikan porsi dana murah (CASA) dari 65,5% menjadi 67,6%.

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BRI membaik ke level 2,9% pada Triwulan II 2026 dari posisi 3,0% di Triwulan I 2026.

Seiring dengan perbaikan kualitas aset tersebut, Cost of Credit melandai sebesar 30 basis poin dari 3,4% menjadi 3,1%.

Hery menjelaskan bahwa strategi pertumbuhan kredit Perseroan berfokus pada kualitas aset dan profitabilitas jangka panjang.

Growth is back, strong. Kualitas pertumbuhan dari sisi risiko tetap kami jaga dan kami optimistis ke depan,” jelasnya.

Share

Berita Terkait