swaranusa.co, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat sekaligus meningkatkan kuota Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kalimantan Timur pada 2026 hingga mencapai 3.000 unit.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan bahwa percepatan program merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendorong kesejahteraan.
“Program bedah rumah ini tidak hanya memperbaiki hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kami memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, transparan, dan tanpa pungutan apa pun karena bersumber dari APBN,” katanya dikutip melalui keterangan pers, Selasa (5/5/2026).
Pada 2025, alokasi BSPS di Kalimantan Timur tercatat sebanyak 655 unit. Tahun ini, jumlah tersebut meningkat signifikan dengan tambahan dukungan dari berbagai pihak.
Di Kota Balikpapan, pelaksanaan program yang semula dijadwalkan mulai 20 Mei 2026 dipercepat menjadi 15 Mei 2026, dengan target penyelesaian pada 15 Agustus 2026. Program tersebut didukung oleh 39 Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).
Selain dari pemerintah pusat, dukungan juga datang dari pemerintah daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Balikpapan menambah total 600 unit, terdiri dari 500 unit dari provinsi dan 100 unit dari pemerintah kota.
Sementara itu, pemerintah pusat menambahkan sekitar 700 unit melalui program BSPS.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintahan dalam memastikan keberhasilan program.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci agar program berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat.
“Kami mendukung penuh program ini melalui penambahan kuota agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.





