Menteri PKP Perkuat Kolaborasi Pengembang Dorong Percepatan Perumahan Jawa Timur

Pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (2/5/2026). Kolaborasi pemerintah dan pengembang dipercepat untuk atasi backlog dan dorong perumahan berkelanjutan daerah. /PKP
Pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (2/5/2026). Kolaborasi pemerintah dan pengembang dipercepat untuk atasi backlog dan dorong perumahan berkelanjutan daerah. /PKP

swaranusa.co, JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggelar pertemuan strategis dengan pengembang yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (2/5/2026).

Pertemuan bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta guna mempercepat pembangunan serta penyediaan hunian layak, khususnya di wilayah dengan kebutuhan perumahan tinggi seperti Jawa Timur.

Dalam arahannya, Maruarar menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha agar program perumahan berjalan tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.

Dia juga mendorong inovasi dari pengembang dalam menghadirkan hunian yang terjangkau, berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Jawa Timur memiliki potensi besar, sehingga diperlukan langkah konkret dan terukur agar program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya saat pertemuan dikutip melalui keterangan pers.

Maruarar juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pembangunan serta kepercayaan publik, sekaligus memastikan keseimbangan antara kepentingan negara, masyarakat, dan dunia usaha tetap terjaga.

Terkait penyediaan rumah susun, Menteri PKP menegaskan peran negara dalam menyediakan rusun subsidi di kawasan perkotaan, sejalan dengan arahan Presiden untuk memperluas akses hunian dan mempercepat pembangunan.

Selain itu, pertemuan turut membahas berbagai isu strategis dari pengembang, seperti kemudahan perizinan, akses pembiayaan, serta pengembangan kawasan hunian terpadu yang terintegrasi dengan infrastruktur dan transportasi.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati menyampaikan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan BP Tapera dan para pengembang guna menghadirkan regulasi yang mendukung percepatan pembangunan perumahan.

Para pengembang menyambut positif komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif serta berbagai kemudahan di sektor perumahan, dan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam pencapaian target pembangunan nasional.

Share

Berita Terkait